KUA BKUA BUNGURAN TENGAH (HUMAS) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Tengah menggelar program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Pra-Nikah bagi para calon pengantin (catin). Kegiatan yang difokuskan pada pendalaman hukum Islam dan penanaman nilai-nilai luhur perkawinan tersebut diselenggarakan di Balai KUA Bunguran Tengah, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pada Senin, 20 Oktober 2026.
Acara ini dilaksanakan sebagai langkah konkret untuk membekali para calon pengantin dengan fondasi agama yang kuat sebelum mengarungi bahtera rumah tangga. Kepala KUA Bunguran Tengah, Erial Lismana menegaskan bahwa pemahaman keagamaan yang komprehensif merupakan pilar utama dalam mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Sesuai dengan tajuk utama kegiatan, Staf KUA Bunguran Tengah, Moch Fandholi, hadir sebagai narasumber untuk mengupas tuntas materi fikih munakahat. Dalam paparannya, Moch Fandholi menjelaskan secara rinci mengenai rukun dan syarat sah pernikahan, hak dan kewajiban suami-istri, serta prinsip-prinsip pemenuhan nafkah batiniah yang sesuai dengan syariat demi menjaga kesucian ikatan perkawinan.
Pendalaman fikih munakahat ini sengaja dipilih sebagai instrumen utama demi membentuk keluarga sakinah. Melalui kajian hukum pernikahan Islam tersebut, Moch Fandholi membekali peserta dengan pemahaman spiritual mengenai esensi pernikahan sebagai ibadah terpanjang, cara menyelesaikan kemelut rumah tangga berdasarkan tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah, serta metode membangun keharmonisan sejati yang diridai Allah SWT.
Program Bimwin yang berorientasi pada nilai religius ini memberikan dampak positif yang signifikan secara langsung bagi para peserta. Setelah mengikuti bimbingan, para catin mengaku memperoleh pemahaman keagamaan yang lebih mendalam serta kematangan spiritual dalam menghadapi kehidupan pasca-akad. Penjelasan fikih yang terstruktur membantu mereka mengeliminasi keraguan seputar hukum dan tata cara membina rumah tangga secara islami.
Di samping itu, orientasi materi yang berfokus pada pembentukan keluarga sakinah berhasil membuka kesadaran para pasangan mengenai tanggung jawab keagamaan masing-masing. Hal tersebut membuat mereka siap saling menuntun dan melengkapi guna mencapai target tertinggi pernikahan, yaitu terbentuknya keluarga sakinah yang penuh berkah.
Melalui pelatihan intensif yang berfokus pada penguatan nilai-nilai fikih munakahat ini, KUA Bunguran Tengah berharap para calon pengantin di wilayahnya dapat melangkah ke pelaminan dengan kesiapan religius yang paripurna demi mewujudkan potret keluarga sakinah seutuhnya.