KUA Bunguran Barat (HUMAS) — Peringatan Hari Santri Nasional
Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Kamis, 22 Oktober 2026, di MAN 2 Natuna
berlangsung dengan dihadiri unsur pemerintah kecamatan, Forum Koordinasi
Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), para kepala instansi, Kepala Kantor Urusan
Agama (KUA) Bunguran Barat, staf, majelis guru, serta siswa-siswi MAN 2 Natuna
dan SDIT ICBB.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang
kontribusi santri dalam perjalanan bangsa sekaligus menanamkan nilai-nilai
keagamaan, nasionalisme, kedisiplinan, dan akhlak mulia kepada generasi muda.
Kehadiran Kepala KUA Bunguran Barat dalam peringatan
tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Kementerian
Agama, lembaga pendidikan, dan pemerintah setempat dalam pembinaan kehidupan
beragama di tengah masyarakat. KUA tidak hanya menjalankan pelayanan
administrasi keagamaan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memberikan
bimbingan dan penyuluhan keagamaan serta meningkatkan kualitas kehidupan umat.
Kepala KUA Bunguran Barat Dela Pulda, dalam pernyataan
yang perlu dikonfirmasi sebelum publikasi, menyampaikan bahwa Hari Santri harus
menjadi pengingat bagi generasi muda untuk menyeimbangkan pengetahuan,
keimanan, dan kecintaan kepada tanah air.
“Peringatan Hari Santri Nasional
hendaknya menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, akhlak
mulia, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan kepada generasi muda. Santri dan
pelajar memiliki peran penting dalam menjaga persatuan serta membangun
masyarakat yang religius dan harmonis,” ujarnya.
Secara kelembagaan, peran KUA dalam kegiatan ini
sejalan dengan tugas dan fungsi KUA Kecamatan sebagaimana diatur dalam Peraturan
Menteri Agama Nomor 34 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor
Urusan Agama Kecamatan, beserta perubahan dan ketentuan yang berlaku. KUA
menjalankan fungsi pelayanan, bimbingan, dan pembinaan masyarakat Islam,
termasuk bimbingan keluarga sakinah, kemasjidan, serta penyuluhan dan bimbingan
keagamaan sesuai kewenangannya.
Keterlibatan KUA dalam kegiatan pendidikan dan
keagamaan seperti ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap pembentukan
karakter generasi muda melalui kolaborasi dengan sekolah, tokoh agama, dan
unsur pemerintahan. Sinergi tersebut penting agar nilai-nilai agama dapat
berjalan beriringan dengan semangat kebangsaan, toleransi, dan kepedulian
sosial.
Lebih lanjut, Kepala KUA Bunguran Barat dalam draf
pernyataannya juga menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam
pembinaan umat.
“KUA siap terus bersinergi dengan
lembaga pendidikan, pemerintah kecamatan, dan para tokoh agama untuk memperkuat
pembinaan umat. Kami berharap semangat Hari Santri dapat diwujudkan dalam
perilaku sehari-hari, melalui sikap santun, saling menghormati, menjaga
kerukunan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tambahnya.
Peringatan Hari Santri Nasional di MAN 2 Natuna
diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana
menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendidikan agama, pembentukan karakter,
dan tanggung jawab generasi muda terhadap bangsa.
Melalui kehadiran dan sinergi dalam kegiatan tersebut,
KUA Bunguran Barat terus mendukung penguatan kehidupan keagamaan yang moderat,
harmonis, dan berorientasi pada pembinaan umat, sesuai dengan tugas dan fungsi
kelembagaan Kementerian Agama di tingkat kecamatan.