KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Kepedulian terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas kembali diwujudkan melalui program ‘Lebaran Yatim dan Disabilitas’ yang digagas Kementerian Agama Republik Indonesia dalam rangka menyambut 10 Muharram 1448 Hijriah. Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, Kantor Urusan Agama (KUA) Bunguran Barat menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Kelurahan Sedanau pada Jumat (26/6).

Penyaluran bantuan dilaksanakan secara langsung di wilayah RW 006 dan RW 010 oleh perwakilan KUA Bunguran Barat, yakni Harjono dan Hafizah. Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan, di mana para penerima manfaat menyambut kedatangan petugas dengan penuh rasa syukur.

Pada kesempatan tersebut, KUA Bunguran Barat menyalurkan sebanyak 11 paket bantuan kepada 11 penerima manfaat yang terdiri atas 9 anak yatim dan 2 penyandang disabilitas. Bantuan tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional Kementerian Agama yang bertujuan menghadirkan kebahagiaan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan, khususnya pada momentum bulan Muharram yang dikenal sebagai bulan penuh kasih sayang terhadap anak yatim.

Keterlibatan KUA Bunguran Barat dalam program ini menjadi wujud komitmen untuk menghadirkan pelayanan yang tidak hanya berfokus pada administrasi keagamaan, tetapi juga menyentuh aspek sosial kemasyarakatan. Melalui kegiatan tersebut, KUA berupaya memperkuat semangat kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong di tengah masyarakat.

Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, mengatakan bahwa program Lebaran Yatim dan Disabilitas merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran Kementerian Agama di tengah masyarakat.

“Program ini menjadi wujud nyata semangat Kemenag Berdampak, yaitu menghadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami berharap bantuan yang diberikan tidak hanya bernilai secara materi, tetapi juga menjadi penyemangat serta menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan saudara-saudara penyandang disabilitas. Semoga kepedulian seperti ini terus tumbuh dan menjadi budaya bersama di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa bulan Muharram merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial, sebagaimana ajaran Islam yang mendorong umatnya agar senantiasa memperhatikan dan menyayangi anak yatim serta membantu mereka yang membutuhkan.

Penyaluran bantuan berlangsung dengan tertib dan lancar. Para penerima manfaat tampak bahagia menerima perhatian dan kepedulian yang diberikan, sementara masyarakat sekitar turut mengapresiasi program tersebut sebagai bentuk nyata hadirnya negara melalui Kementerian Agama hingga ke tingkat kecamatan.

Melalui kegiatan Lebaran Yatim dan Disabilitas ini, KUA Bunguran Barat berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa nilai-nilai keagamaan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah ritual, tetapi juga melalui aksi nyata yang menghadirkan manfaat bagi sesama, sejalan dengan semangat Kemenag Berdampak.