KUA Bunguran Tengah (HUMAS) --- Komitmen nyata dalam menghadirkan program pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat perbatasan terus digulirkan melalui koordinasi lapangan yang solid. Sebagai wujud implementasi program Kemenag Berdampak, Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam (Kabid Bimas Islam) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kanwil Kemenag Kepri), Ahmad Husin, melaksanakan kunjungan kerja strategis ke lokasi rencana pembangunan Gedung Kantor KUA Kecamatan Bunguran Tengah, Kabupaten Natuna, pada Kamis (24/9/2026).
Dalam kunjungan monitoring tersebut, Kabid Bimas Islam turut didampingi langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Natuna, Subandi, beserta jajaran pejabat di lingkungan Kankemenag Natuna. Kehadiran tim gabungan tingkat wilayah dan daerah ini mempertegas keseriusan institusi dalam mengawal proyek strategis keagamaan di wilayah kepulauan.
Kegiatan pemantauan fisik lahan kosong yang diproyeksikan menjadi tapak Gedung Kantor KUA Bunguran Tengah tersebut dilakukan bersama secara langsung dengan jajaran Pemerintah Desa (Pemdes Tapau). Langkah turun langsung ke lapangan ini diambil guna menyamakan data objektif mengenai kondisi geografis, batas ruang, serta kesiapan administratif lahan sebelum tahapan konstruksi dimulai oleh tim perencana.
Fokus utama dari penyelarasan lintas sektoral di lapangan ini adalah memastikan seluruh pemetaan teknis berjalan optimal dan bersih dari kendala birokrasi. Langkah proaktif ini diprioritaskan agar fasilitas Gedung Kantor KUA Bunguran Tengah tersebut nantinya memberikan dampak langsung terhadap efektivitas, kenyamanan, dan kualitas pelayanan umat di tingkat kecamatan.
Melalui sinergi lapangan yang erat antara Kanwil Kemenag Kepri, Kankemenag Natuna, dan Pemdes Tapau, seluruh pihak berkomitmen penuh mengawal penyelesaian tahapan persiapan ini. Kehadiran gedung baru yang representatif tersebut diproyeksikan mampu mendongkrak mutu pelayanan keagamaan secara inklusif serta berkelanjutan bagi masyarakat luas di wilayah Bunguran Tengah.