KUA Bunguran Timur (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur kembali merealisasikan program pembinaan keagamaan di tingkat masyarakat secara berkelanjutan. Melalui pemenuhan permintaan langsung dari masyarakat setempat, Penyuluh Agama Islam KUA Bunguran Timur, Melisya, hadir mengisi kajian keagamaan terjadwal yang bertempat di Majelis Taklim An-Nur Singgang Bulan, Kecamatan Bunguran Selatan.
Kegiatan pembinaan yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat ini difokuskan sebagai ruang edukasi syariat bagi jemaah kaum ibu. Penugasan Melisya sebagai penyuluh dalam forum tersebut didasari atas usulan dan kepercayaan masyarakat Singgang Bulan—yang juga merupakan wilayah asal atau tanah kelahiran sang penyuluh—terhadap kompetensi kedinasan yang dimilikinya.
Pada pelaksanaan Jumat pekan ini, materi substantif yang dibahas secara mendalam adalah Fiqih Taharah Dasar (Hukum Bersuci). Pembahasan ini dinilai vital karena taharah merupakan fondasi utama sekaligus syarat sahnya pelaksanaan ibadah-ibadah wajib bagi setiap muslim.
Dalam pemaparannya, Melisya menjelaskan secara rinci mengenai klasifikasi air yang dapat digunakan untuk bersuci, pengenalan ragam jenis najis (mukhaffafah, mutawassithah, dan mughallazhah), hingga tata cara penyuciannya yang tepat agar terhindar dari keraguan (syubhat) dalam beribadah sehari-hari.
"Memahami ketetapan hukum taharah dasar merupakan kewajiban individu (fardu ain) karena sangat menentukan sah atau tidaknya ibadah salat kita. Melalui kajian rutin ini, kami mengedukasi jemaah mengenai ketelitian dalam berwudu, mandi wajib, serta tata cara membersihkan pakaian dari kontaminasi najis secara benar sesuai ketentuan syariat," terang Melisya.
Kepala KUA Bunguran Timur, Asnawi, membenarkan adanya pemenuhan penugasan penyuluhan tersebut sebagai wujud pelayanan keagamaan yang inklusif dan akuntabel dari Kementerian Agama.
"Kami mengapresiasi keaktifan para penyuluh di lapangan serta respons positif dari masyarakat Majelis Taklim An-Nur Singgang Bulan. Melalui publikasi berkala yang mengulas poin-poin hukum fiqih seperti ini, KUA Bunguran Timur berkomitmen untuk terus menyebarluaskan literasi keagamaan yang edukatif dan aplikatif bagi publik melalui kanal informasi resmi," ujar Asnawi.
Agenda pengajian rutin hari Jumat ini berjalan tertib dan diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif seputar problematika fiqih wanita sehari-hari bersama jemaah.