KUA Bunguran Utara (HUMAS) --- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Utara menunjukkan komitmennya dalam mendukung dan merawat tradisi lokal berbasis keagamaan dengan menghadiri acara doa bersama tolak bala di Surau Asy-Syukro, Selasa (11/8/2026) malam. Kegiatan yang digelar selepas salat Maghrib berjamaah tersebut berlangsung penuh hikmat dan dihadiri oleh para tokoh agama, pemuka masyarakat, serta warga setempat.

Tradisi tolak bala telah lama melekat dalam kehidupan sosial-keagamaan masyarakat Bunguran Utara. Ritual doa ini menjadi sarana spiritual warga untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT agar daerah mereka senantiasa dijauhkan dari marabahaya, musibah, dan penyakit, sekaligus menjadi ajang mempererat tali silaturahmi.

Kehadiran jajaran KUA Bunguran Utara dalam kegiatan tersebut menegaskan peran Kementerian Agama yang tidak hanya berfokus pada pelayanan administratif, tetapi juga hadir merangkul dan mendampingi kegiatan keagamaan berbasis kearifan lokal di tengah-tengah masyarakat.

Perwakilan KUA Bunguran Utara menyampaikan kebanggaan dan apresianya kepada warga yang konsisten menjaga warisan budaya berlandaskan nilai-nilai Islam ini. Menurutnya, doa bersama bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud ikhtiar bathiniyah yang memperkuat nilai-nilai kebersamaan.

"Doa tolak bala ini adalah warisan bermakna yang menyatukan sisi spiritual dan kebudayaan. Selain sebagai momentum bermunajat memohon perlindungan Sang Pencipta, agenda seperti ini sangat efektif dalam memperkokoh ukhuwah islamiyah dan rasa kekeluargaan antarwarga," ungkap perwakilan KUA Bunguran Utara di sela-sela acara.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan doa dan zikir bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, kemudian ditutup dengan ramah tamah serta santap bersama yang penuh kehangatan. Melalui kegiatan doa bersama ini, diharapkan wilayah Kecamatan Bunguran Utara senantiasa dilimpahi kedamaian, keberkahan, dan ketenteraman bagi seluruh warganya.