KUA Bunguran Timur (Humas)
– Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur terus menunjukkan komitmen
nyata dalam menyukseskan program pengentasan buta aksara Al-Qur'an di wilayah
lokus binaan. Pada Selasa (23/06/2026) siang pukul 13.30 WIB, Penyuluh Agama
Islam KUA Bunguran Timur, Kholijah Manurung, melaksanakan pendampingan
pengajian rutin bertempat di Masjid Al-Mukarromah, Kota Tua Penagi, Kelurahan
Batu Hitam.
Sebagai salah satu kawasan yang
telah ditetapkan sebagai Kampung Moderasi Beragama, Kota Tua Penagi menjadi
salah satu sasaran prioritas dari program pengentasan buta aksara Al-Qur'an
yang diinisiasi oleh Kementerian Agama. Mengingat sebagian besar jemaah usia
dewasa di wilayah tersebut masih memiliki pengetahuan yang minim terkait
ketepatan membaca, Kholijah secara intensif memfokuskan pembinaan pada materi makharijul
huruf atau tempat keluarnya huruf-huruf hijaiyah secara benar sesuai kaidah
tajwid.
Dalam sesi pembinaan kali ini,
Kholijah menerapkan metode latihan berulang (drill) guna mematangkan
pemahaman jemaah. Pendekatan ini dilakukan dengan cara meminta jemaah
melafalkan kembali bacaan makharijul huruf secara berulang-ulang dan
bergantian satu per satu. Melalui repetisi yang terbimbing ini, cara
mengeluarkan bunyi huruf yang awalnya dirasa kaku perlahan-lahan mulai tidak
asing lagi di lidah para jemaah.
Sebelumnya, guna menjaga
konsistensi dan mendongkrak motivasi belajar kaum ibu di Penagi, Kholijah
berkolaborasi dengan sesama Penyuluh Agama KUA Bunguran Timur, Melisya, untuk
menggelar perlombaan makharijul huruf internal pada pekan lalu. Inovasi
metode kompetisi yang suportif tersebut terbukti sangat efektif dalam
memelihara ritme semangat belajar jemaah. Efek positifnya terlihat nyata pada
pertemuan pekan ini, di mana para jemaah sudah mulai luwes membedakan pelafalan
antara satu huruf dengan huruf lainnya tanpa lagi merasa kesulitan.
"Belajar membaca Al-Qur'an
pada usia dewasa membutuhkan kesabaran ekstra dan metode yang tidak monoton.
Dengan metode drill atau latihan berulang ini, kami ingin membiasakan
organ artikulasi lidah jemaah agar refleks melafalkan huruf dengan tepat.
Alhamdulillah, kolaborasi lomba pekan lalu dan latihan intensif hari ini
membuat ibu-ibu tidak lagi merasa asing atau minder, melainkan semakin percaya
diri," urai Kholijah di sela-sela kegiatan.
Secara terpisah, Kepala KUA
Bunguran Timur, Asnawi, memberikan apresiasi tinggi atas progres yang
ditunjukkan di Kampung Moderasi Beragama tersebut.
"Kami sangat mendukung
konsistensi para penyuluh dalam mengawal program pemberantasan buta aksara
Al-Qur'an ini. Penerapan metode yang terukur seperti latihan berulang (drill)
terbukti membawa perubahan signifikan di lapangan. Melalui rilis berita
edukatif seperti ini, kami berharap formula keberhasilan pembinaan di Kota Tua
Penagi dapat menginspirasi majelis taklim lainnya di Kabupaten Natuna,"
tegas Asnawi.