KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Mengendalikan amarah menjadi salah satu bagian penting dalam membentuk akhlak dan menjaga keharmonisan hubungan sosial. Pesan tersebut disampaikan Harjono, staf KUA Bunguran Barat, dalam pengajian keagamaan di Masjid Besar An-Nur Sedanau, Selasa Malam (18/8).

Pengajian yang berlangsung pukul 18.30–19.00 WIB tersebut diikuti pengurus masjid dan jamaah. Harjono hadir sebagai narasumber dengan mengangkat tema “Maksiat Batin: Sifat Pemarah.”

Dalam ceramahnya, Harjono menjelaskan bahwa marah merupakan bagian dari emosi manusia. Namun, ketika tidak dikendalikan, amarah dapat membawa seseorang pada perkataan maupun perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Sifat tersebut juga dapat menjadi pemicu munculnya konflik dalam keluarga maupun kehidupan bermasyarakat.

“Marah itu manusiawi, tetapi yang perlu kita latih adalah bagaimana mengendalikan marah. Jangan sampai karena emosi sesaat, lisan kita mengeluarkan perkataan yang menyakiti orang lain atau tindakan kita justru menimbulkan persoalan yang lebih besar. Karena itu, belajar menahan amarah sebenarnya adalah bagian dari usaha memperbaiki diri,” ujar Harjono.

Jamaah juga diajak membiasakan diri untuk menenangkan hati ketika menghadapi situasi yang memancing emosi, menjaga lisan, memperbanyak mengingat Allah SWT, serta belajar memaafkan kesalahan orang lain. Kemampuan mengendalikan amarah dinilai tidak hanya memberikan ketenangan bagi diri sendiri, tetapi juga membantu menjaga hubungan dengan keluarga, tetangga, dan lingkungan sosial.

“Ketika kita mampu meninggalkan sifat pemarah, banyak hal yang bisa kita selamatkan. Hubungan keluarga menjadi lebih tenang, silaturahmi tetap terjaga, dan kita tidak mudah membuat keputusan ketika sedang dikuasai emosi,” lanjutnya.

Keterlibatan pegawai KUA Bunguran Barat dalam pengajian tersebut menjadi salah satu bentuk pelaksanaan fungsi pembinaan keagamaan kepada masyarakat. KUA tidak hanya hadir dalam pelayanan administrasi keagamaan, tetapi juga melalui edukasi, bimbingan, dan pendampingan keagamaan di tengah masyarakat.

Pembinaan umat dilakukan untuk mendorong peningkatan pemahaman dan pengamalan ajaran agama, penguatan akhlak, ketahanan keluarga, serta terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.

KUA Bunguran Barat terus membangun sinergi bersama pengurus masjid, tokoh agama, penyuluh agama, dan berbagai unsur masyarakat agar pembinaan keagamaan dapat berlangsung secara berkesinambungan.

Kehadiran pegawai KUA dalam pengajian juga menjadi upaya mendekatkan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi ruang belajar, berdialog, dan membangun karakter umat.

Melalui pengajian tersebut, jamaah diharapkan tidak hanya memahami bahaya sifat pemarah secara teori, tetapi mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan membangun kebiasaan sabar, menjaga perkataan, menghormati orang lain, serta menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin.

Kegiatan berlangsung tertib dan lancar. Pengajian ditutup dengan harapan agar pembinaan keagamaan yang dilakukan secara konsisten dapat semakin memperkuat fungsi Masjid Besar An-Nur sebagai pusat ibadah sekaligus pusat pembinaan umat di Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat.