KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Komitmen dalam melakukan pembinaan generasi muda terus diwujudkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Bunguran Barat melalui berbagai kegiatan yang positif dan edukatif. Salah satunya melalui dukungan terhadap latihan rutin Silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang kali ini dilaksanakan di halaman Kantor KUA Bunguran Barat, Rabu (24/6).

Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah remaja dari Kelurahan Sedanau dan dibimbing langsung oleh Aris Munandar, personel KUA Bunguran Barat yang juga menjadi pelatih dalam kegiatan tersebut. Latihan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme peserta yang hadir.

Selain sebagai sarana pengembangan kemampuan bela diri, kegiatan ini juga menjadi media pembinaan karakter bagi remaja. Sejak awal kegiatan, peserta diajak untuk memulai latihan dengan berdoa bersama dan melantunkan Asmaul Husna sebagai bentuk penguatan nilai-nilai spiritual dalam setiap aktivitas yang dilakukan.

Aris Munandar menjelaskan bahwa Tapak Suci tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, sportivitas, serta pembentukan akhlak yang baik.

“Latihan ini tidak hanya bertujuan membentuk fisik yang sehat dan kuat, tetapi juga membangun mental dan spiritual peserta. Karena itu, setiap latihan diawali dengan doa dan dzikir agar para remaja tidak hanya berkembang secara jasmani, tetapi juga memiliki kedekatan dengan Allah SWT,” ujarnya.

Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, menyampaikan bahwa pembinaan remaja merupakan salah satu aspek penting dalam upaya membangun generasi yang berkualitas. Menurutnya, remaja perlu diberikan ruang untuk menyalurkan energi dan potensi mereka melalui kegiatan yang positif serta bernilai pendidikan.

“KUA tidak hanya hadir dalam pelayanan keagamaan, tetapi juga berupaya mengambil bagian dalam pembinaan generasi muda. Kegiatan seperti latihan Tapak Suci ini menjadi sarana yang baik untuk membentuk karakter remaja yang sehat, disiplin, berakhlak, dan memiliki ketahanan moral di tengah berbagai tantangan zaman,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pembinaan remaja perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui sinergi antara keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, dan instansi pemerintah agar lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial.

Selama latihan berlangsung, peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh semangat. Perpaduan antara latihan fisik dan pembinaan rohani menjadi daya tarik tersendiri yang memberikan manfaat menyeluruh bagi para remaja yang terlibat.

Melalui kegiatan ini, KUA Bunguran Barat berharap dapat terus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda. Dengan pembinaan yang tepat, remaja diharapkan mampu menjadi pribadi yang sehat, berkarakter, serta memiliki keimanan yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan.

Kegiatan latihan Tapak Suci tersebut berlangsung dengan lancar dan penuh kebersamaan. Kehadiran para remaja yang aktif mengikuti latihan menjadi bukti bahwa kegiatan pembinaan berbasis keagamaan dan olahraga masih mendapat tempat serta diminati oleh generasi muda di Kelurahan Sedanau.