KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Kantor Urusan Agama (KUA) Bunguran Barat bersama KUA Pulau Laut terus memperkuat sinergi dalam pembinaan umat melalui pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan berlangsung di Masjid Al-Istiqamah, Desa Tanjung Pala, Kecamatan Pulau Laut, Jumat (28/8).

Kegiatan diikuti ibu-ibu pengajian Majelis Taklim Desa Tanjung Pala, staf KUA Bunguran Barat, serta jamaah Masjid Al-Istiqamah. Pengajian menghadirkan Ustaz Harjono, Staff KUA Bunguran Barat, sebagai penceramah dengan mengangkat tema “Rasulullah SAW Rahmatan Lil ‘Alamin.”

Dalam ceramahnya, Harjono mengajak jamaah menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membangun kehidupan yang penuh kasih sayang, kedamaian dan kepedulian terhadap sesama.

“Rasulullah SAW diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Maka ketika kita mengatakan mencintai Rasulullah, kecintaan itu harus terlihat dalam akhlak kita. Bagaimana kita memperlakukan keluarga, tetangga dan masyarakat, semuanya harus mencerminkan kasih sayang dan kebaikan yang diajarkan Rasulullah,” ujar Harjono.

Ia juga mengingatkan jamaah bahwa menjadi umat Rasulullah bukan hanya tentang memperbanyak ibadah secara pribadi, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi orang lain.

“Jangan sampai kita rajin beribadah, tetapi orang di sekitar kita tidak merasakan kebaikan dari keberadaan kita. Rasulullah mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang memberikan manfaat, menjaga lisan, menghormati orang lain dan tidak menyakiti sesama,” lanjutnya.

Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Rasulullah sangat relevan diterapkan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Sikap saling menghormati, menjaga silaturahmi dan membantu sesama menjadi bagian dari upaya menghadirkan kehidupan yang harmonis.

Pengajian tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembinaan umat yang dilakukan KUA melalui sinergi antar-KUA, penyuluh agama, pengurus masjid, majelis taklim dan masyarakat.

Kehadiran staf KUA Bunguran Barat dalam kegiatan di wilayah Kecamatan Pulau Laut menjadi bentuk berbagi peran dan pengalaman dalam memperluas jangkauan pembinaan keagamaan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, jamaah diharapkan tidak hanya menjadikan Maulid Nabi sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu mengambil nilai keteladanan Rasulullah SAW dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan kebersamaan. Semangat Rahmatan Lil ‘Alamin diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat melalui akhlak yang baik, kepedulian dan semangat menjaga persaudaraan.