KUA Bunguran Tengah (HUMAS) – Kolaborasi antara Kantor Urusan Agama (KUA) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Kecamatan Bunguran Tengah semakin solid. Hal itu terlihat dalam Pertemuan Rutin Bulanan FKPQ Kec. Bunguran Tengah di TPQ Nurul Huda, Desa Tapau, Sabtu, 13 Juni 2026, yang dipimpin langsung oleh Staf KUA Bunguran Tengah sekaligus Ketua FKPQ, Ustadz Moch Fandholi.
Mengangkat tema “Komitmen Memberantas Buta Aksara Al-Qur’an di Bunguran Tengah”, pertemuan ini dihadiri seluruh guru TPQ se-kecamatan. Tampak Ustadz Moch Fandholi duduk di saf depan menyampaikan poin-poin strategis di hadapan tokoh agama. Dan juga terlihat puluhan ustadzah guru TPQ yang antusias menyimak arahan dalam suasana penuh kekeluargaan di aula TPQ Nurul Huda.
- Penegasan Satu Visi: “KUA dan TPQ tidak boleh jalan sendiri-sendiri. Hari ini kita pastikan semua guru ngaji se-Bunguran Tengah satu visi, satu gerakan: berantas buta aksara Al-Qur’an. KUA siap mendampingi, FKPQ siap menggerakkan,” tegas Ustadz Moch Fandholi.
Sebagai Ketua FKPQ yang juga Staf KUA, Ustadz Moch Fandholi menjembatani program Kemenag dengan kebutuhan riil di TPQ. - Wujud Kolaborasi: “Kita satukan metode mengajar, kita petakan santri yang butuh penguatan, dan KUA akan turun monev rutin. Ini bentuk nyata kolaborasi. Target kita, tidak ada anak Bunguran Tengah yang buta aksara Al-Qur’an,” jelasnya.
Kepala KUA Bunguran Tengah, Erial Lismana, mengapresiasi langkah konkret tersebut. - Dukungan Pimpinan: “Sinergi ini yang kita mau. Ketika KUA dan FKPQ kompak, guru TPQ semangat, maka literasi Al-Qur’an di Bunguran Tengah pasti meningkat. Ustadz Moch Fandholi menjalankan dua peran dengan sangat baik,” ungkapnya.
Hasil pertemuan menyepakati tiga agenda kolaboratif:
1. Pelatihan Metode: Penyamaan metode Iqro dan Tilawati untuk seluruh TPQ.
2. Kelas Penguatan: Pembentukan kelas khusus bagi santri yang belum lancar baca Al-Qur’an.
3. Monev Terpadu: Tim KUA-FKPQ turun langsung ke TPQ setiap bulan.
Dengan kolaborasi ini, Bunguran Tengah menargetkan bebas buta aksara Arab pada 2027 dan menjadi kecamatan percontohan literasi Al-Qur’an di perbatasan.