KUA Bunguran Timur (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur kembali memperluas jangkauan bimbingan masyarakat ke tingkat regional melalui media penyiaran publik. Pada Jumat (04/09/2026) subuh mulai pukul 05.30 hingga 05.59 WIB, Penyuluh Muda Agama Islam KUA Bunguran Timur, Hj. Kholijah Manurung, S.Ag., hadir sebagai narasumber dalam program siaran Mutiara Pagi Berjaringan yang disiarkan langsung melalui studio RRI Ranai Pro 1 (FM 105,9 MHz).
Siaran religi fajar yang dipandu oleh presenter Asparizan ini menjangkau pendengar di berbagai provinsi melalui relai Korwil Nusantara XV Pedang Prabu (Pekanbaru, Padang, Tanjungpinang, Bukittinggi, Ranai, Batam, dan SP Bengkalis) serta Korwil Nusantara XVI Megatol (Medan, Sibolga, Gunungsitoli, SP Nias Selatan, dan SP Tanjungbalai). Dialog keagamaan tersebut mengangkat tema krusial, yakni "Lingkungan Keluarga yang Sehat sebagai Cerminan dalam Lingkungan Masyarakat".
Dalam pemaparannya, Kholijah Manurung menguraikan bahwa keluarga merupakan unit sosial terkecil sekaligus madrasah utama pembentuk karakter manusia. Beliau menegaskan bahwa kesehatan lingkungan keluarga tidak hanya dimaknai sebatas pemenuhan fisik dan kebersihan semata, melainkan mencakup kesehatan mental, spiritual, serta pola komunikasi yang saling menghargai antaranggotanya. Perilaku, tutur kata, dan adab yang ditunjukkan seseorang di tengah masyarakat pada hakikatnya adalah cerminan langsung dari iklim pengasuhan di rumah. Oleh karena itu, membiasakan nilai-nilai kesantunan, keterbukaan, pembagian peran secara adil, dan penanaman akidah sejak dini menjadi benteng paling efektif dalam mencegah patologi sosial serta menciptakan kerukunan masyarakat yang lebih luas.
Secara terpisah, Kepala KUA Kecamatan Bunguran Timur, Asnawi, memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan aktif penyuluhnya dalam mimbar dakwah berskala lintas wilayah ini.
"Kehadiran Ustadzah Hj. Kholijah Manurung, S.Ag. dalam program siaran berjaringan RRI se-Sumatra membuktikan dedikasi penyuluh KUA Bunguran Timur dalam menebar kemaslahatan tanpa batas teritorial. Edukasi mengenai ketahanan keluarga ini sangat mendasar, sebab masyarakat yang sehat, aman, dan beradab hanya bisa lahir dari rumah tangga yang harmonis dan dilandasi nilai-nilai keagamaan yang kokoh," tutur nya.
Dialog interaktif berdurasi 29 menit tersebut berlangsung komunikatif, diakhiri dengan pesan pengingat bagi para orang tua untuk senantiasa menjadi teladan utama bagi anak-anak serta doa bersama demi keselamatan dan keberkahan masyarakat.