KUA Bunguran Timur (Humas) --- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan bimbingan keagamaan yang inklusif dan merangkul seluruh lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan lembaga pendidikan swasta. Pada minggu pertama tahun ajaran 2026/2027, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Bunguran Timur, Kholijah Manurung, hadir memenuhi undangan khusus sebagai narasumber dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di TK Mercy, Kelurahan Ranai.

TK Mercy secara historis dikenal sebagai satuan pendidikan usia dini yang awalnya didominasi oleh peserta didik non-muslim. Namun, seiring berkembangnya dinamika keberagaman di wilayah Bunguran Timur, beberapa tahun belakangan jumlah peserta didik muslim yang mengenyam pendidikan di sekolah tersebut mengalami peningkatan yang signifikan. Guna memfasilitasi kebutuhan spiritual dan pendidikan karakter anak didik muslim tersebut, pihak panitia MPLS TK Mercy secara proaktif mengundang KUA Bunguran Timur untuk memberikan materi dasar-dasar keagamaan Islam sejak dini.

Dalam sesi pembekalan yang berlangsung penuh keceriaan tersebut, Kholijah Manurung menyampaikan materi dasar pengenalan agama Islam melalui pendekatan yang ramah anak, seperti pengenalan huruf-huruf hijaiyah, doa-doa harian, dan nilai-nilai akhlakul karimah. Menariknya, metode pengajaran yang interaktif ini tidak hanya menyedot perhatian siswa muslim, melainkan juga memantik antusiasme dan rasa ingin tahu dari para peserta didik non-muslim yang turut ceria mengikuti pengenalan huruf hijaiyah bersama-sama dalam suasana toleransi yang hangat.

Kepala KUA Bunguran Timur, Asnawi, memberikan apresiasi mendalam atas peran aktif penyuluhnya dalam merawat moderasi beragama di ruang-ruang pendidikan anak usia dini.

"Kehadiran Kholijah Manurung sebagai narasumber MPLS di TK Mercy adalah bentuk pelayanan keagamaan yang sangat positif dan inklusif. Pembekalan agama sejak dini merupakan hak setiap anak didik, dan KUA Bunguran Timur selalu siap memfasilitasi kebutuhan tersebut. Fenomena antusiasme siswa non-muslim yang ikut menyimak pengenalan huruf hijaiyah ini menjadi potret indahnya indahnya nilai kebersamaan dan toleransi beragama yang tumbuh alami di Kabupaten Natuna," ungkap Asnawi.

Melalui kegiatan ini, KUA Bunguran Timur berharap fondasi keimanan anak-anak muslim di TK Mercy dapat terbina dengan baik, sekaligus memperkuat iklim pendidikan di Natuna yang harmonis, ramah anak, dan saling menghormati perbedaan.