KUA Bunguran Timur (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur membuktikan komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang konsisten tanpa terhalang oleh kalender libur kerja formal. Memanfaatkan momentum libur Hari Buruh Nasional pada Jumat (1/5), Penyuluh Agama Islam KUA Bunguran Timur tetap hadir di tengah masyarakat untuk melaksanakan fungsi pembinaan umat melalui kajian keagamaan di Masjid Ath-Thoriq, Jemengan, Kelurahan Ranai Kota.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 15.30 WIB ini mendapatkan antusiasme yang tinggi dengan dihadiri oleh lebih dari 40 jamaah. Kehadiran penyuluh di hari libur ini merupakan wujud nyata dedikasi instansi untuk memastikan layanan bimbingan rohani tetap tersedia saat masyarakat memiliki waktu luang yang lebih fleksibel.

Meski dilaksanakan bertepatan dengan peringatan hari buruh, kajian kali ini secara khusus mengangkat tema "Hikmah dan Makna Qurban" sebagai persiapan spiritual bagi jamaah menyambut bulan Dzulhijjah yang akan datang. Dalam materi yang disampaikan, penyuluh menekankan bahwa esensi qurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, melainkan manifestasi ketauhidan dan kepedulian sosial.

"Ibadah qurban mengajarkan kita tentang keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan keteguhan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah. Hikmah terbesarnya adalah melatih kita untuk 'menyembelih' sifat-sifat kebinatangan dalam diri seperti keserakahan dan egoisme, lalu menggantinya dengan semangat berbagi kepada sesama. Qurban adalah simbol ketaatan sekaligus jembatan untuk mempererat ukhuwah islamiyah melalui distribusi manfaat kepada yang membutuhkan," papar penyuluh di hadapan para jamaah.

Kajian yang tetap berjalan di hari libur ini merupakan representasi dari Layanan Penyuluhan yang Adaptif. KUA Bunguran Timur menegaskan bahwa pelayanan publik di bidang keagamaan tidak boleh terhenti oleh batasan waktu administratif, terutama saat masyarakat memerlukan pendampingan spiritual di tengah waktu istirahat mereka.

"Kami menyadari bahwa hari libur adalah waktu di mana jamaah paling memungkinkan untuk berkumpul dan menuntut ilmu. Oleh karena itu, KUA hadir untuk jemput bola, memastikan fungsi pembinaan tetap berjalan efektif. Ini adalah bentuk komitmen kami bahwa KUA selalu ada untuk melayani, membimbing, dan mencerahkan umat dalam kondisi apa pun, guna mewujudkan masyarakat yang religius dan memiliki ketahanan mental yang kuat," pungkas pihak KUA Bunguran Timur.