KUA Midai (HUMAS) --- Semangat kebersamaan dalam membangun kesejahteraan masyarakat terus diperkuat melalui kolaborasi lintas kelembagaan. Hal ini tercermin dalam kunjungan kerja Camat Midai, Zulfani Apwan, beserta jajaran staf Kecamatan Midai ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Midai, Rabu (14/10/2026).
Pertemuan tersebut secara khusus membahas rencana pembentukan Baitul Mal di tingkat kecamatan sebagai wadah pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang terorganisasi.
Dalam kunjungan tersebut, Camat Midai didampingi oleh Ira Susanti, Tirta, dan Iwin. Kedatangan mereka disambut oleh Kepala KUA Midai, Abdul Rahmad Tanjung, bersama staf KUA, Amin Muhtarom dan Rita Zahara.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan. Dialog yang terbangun menjadi ruang untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat komitmen dalam menghadirkan tata kelola keagamaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Baitul Mal, Ikhtiar Bersama untuk Kesejahteraan Umat
Salah satu pokok pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah pentingnya keberadaan Baitul Mal sebagai wadah pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara terarah, transparan, dan bertanggung jawab.
Pembentukan Baitul Mal diharapkan tidak hanya menjadi upaya memperkuat tata kelola dana keagamaan, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk menumbuhkan kepedulian sosial, mempererat solidaritas, serta membantu masyarakat yang membutuhkan.
Zakat, infak, dan sedekah memiliki nilai ibadah sekaligus dimensi sosial yang sangat kuat. Apabila dikelola dengan baik, dana umat dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu meringankan beban masyarakat, mendukung kelompok yang membutuhkan, dan mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi warga.
Semangat tersebut sejalan dengan firman Allah Swt. dalam Al-Qur'an, Surah At-Taubah ayat 103, yang menjelaskan perintah untuk mengambil zakat dari sebagian harta guna menyucikan dan membersihkan mereka.
Pesan ini mengingatkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban individual, melainkan juga jalan untuk menumbuhkan keberkahan, kepedulian, dan keseimbangan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Memperkuat Sinergi Pemerintah Kecamatan dan KUA
Rencana pembentukan Baitul Mal juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah kecamatan dan KUA dalam pelayanan keagamaan serta pemberdayaan masyarakat.
Kolaborasi kelembagaan diharapkan mampu membangun tata kelola yang terarah, meningkatkan kepercayaan masyarakat, dan memastikan bahwa pengelolaan dana umat dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Camat Midai, Zulfani Apwan, bersama Kepala KUA Midai, Abdul Rahmad Tanjung, dan jajaran masing-masing berharap rencana pembentukan Baitul Mal tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dan persiapan yang matang.
Dengan perencanaan yang baik, keberadaan Baitul Mal diharapkan dapat menjadi salah satu pilar penguatan ekonomi umat sekaligus memperluas manfaat pelayanan keagamaan bagi masyarakat Kecamatan Midai.
Menyatukan Langkah, Menghadirkan Manfaat
Pertemuan ini menjadi pengingat bahwa membangun kesejahteraan masyarakat bukanlah tugas satu pihak semata. Diperlukan kebersamaan, kepedulian, dan komitmen berbagai unsur untuk mewujudkan kehidupan sosial yang lebih baik.
Pemerintah kecamatan, KUA, dan masyarakat memiliki ruang untuk saling menguatkan dalam menumbuhkan budaya berbagi serta mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah bagi kemaslahatan bersama.
Harapannya, rencana pembentukan Baitul Mal di Kecamatan Midai tidak berhenti sebagai wacana, tetapi berkembang menjadi ikhtiar bersama yang terencana, amanah, dan berkelanjutan.
Sebab, ketika kepedulian dikelola dengan amanah dan kebersamaan dirawat dengan keikhlasan, harta yang ditunaikan dapat menjadi jalan keberkahan bagi pemberi, penerima, dan seluruh masyarakat.