KUA Bunguran Timur (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur terus mengintensifkan bimbingan pranikah bagi masyarakat demi mewujudkan ketahanan keluarga yang tangguh dan berkualitas. Pada Selasa (08/09/2026) pagi mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, KUA Bunguran Timur menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri secara tatap muka yang bertempat di Musala KUA Kecamatan Bunguran Timur.
Sesi pembekalan intensif selama dua jam tersebut diikuti secara khusyuk oleh dua pasang calon pengantin (catin) yang tengah mempersiapkan pernikahan mereka. Fasilitator KUA Bunguran Timur menyampaikan materi komprehensif terkait fondasi membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Peserta dibekali pemahaman bahwa ikatan perkawinan merupakan perjanjian suci yang agung (mitsaqan ghalizha) di hadapan Allah SWT, menuntut adanya kedewasaan sikap, pembagian peran suami-istri secara berkeadilan, serta keterbukaan dalam manajemen ekonomi rumah tangga. Selain itu, materi difokuskan pada strategi mitigasi perselisihan dan pengendalian emosi, di mana pasangan ditekankan untuk senantiasa mengedepankan dialog santun (mu'asyarah bil ma'ruf) dan musyawarah tanpa saling merendahkan martabat satu sama lain. Agenda pembekalan turut dilengkapi dengan bimbingan teknis serta simulasi pengucapan ikrar ijab kabul agar calon mempelai pria memiliki kesiapan mental dan kelancaran pada saat prosesi akad resmi.
Kepala KUA Kecamatan Bunguran Timur, Asnawi, memberikan arahan langsung sekaligus pesan pembinaan kepada para peserta bimbingan.
"Penyelenggaraan bimbingan perkawinan di musala kantor ini kami rancang untuk menghadirkan suasana yang lebih tenang dan mendalam bagi para calon pengantin. Pernikahan adalah ibadah terpanjang, sehingga membutuhkan kesiapan lahiriah maupun batiniah yang matang. Kami berharap bekal yang diterima hari ini mampu menjadi pedoman dalam merawat keharmonisan rumah tangga, saling melengkapi kekurangan, serta teguh menjaga komitmen suci di tengah terpaan dinamika zaman," tutur Asnawi.
Kegiatan bimbingan perkawinan tersebut berjalan tertib, interaktif, dan diakhiri dengan doa bersama memohon kelancaran agenda akad nikah masing-masing pasangan.