KUA Bunguran Barat (HUMAS) --- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk kembali mengenang perjalanan kelahiran dan perjuangan Rasulullah sekaligus mengambil keteladanan dari akhlak beliau. Pesan tersebut mengiringi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H yang dilaksanakan PBHI di Masjid Besar An-Nur Sedanau, Senin malam (24/8) ba’da Isya.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala KUA Bunguran Barat beserta seluruh staf, jajaran stakeholder yang bertugas di wilayah Kecamatan Bunguran Barat, pengurus dan jamaah Masjid Besar An-Nur, serta masyarakat dan pelajar di lingkungan Sedanau.

Peringatan Maulid diisi dengan ceramah agama oleh Ustaz Usman Abdullah dengan tema “Sejarah Kelahiran Rasulullah SAW.” Dalam ceramahnya, jamaah diajak mengenal kembali sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW serta berbagai peristiwa yang mengiringi kehidupan Rasulullah sebagai pembawa risalah Islam.

Peringatan Maulid tidak hanya menjadi kegiatan untuk mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi umat Islam untuk menerapkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak, kesabaran, kasih sayang, kejujuran, dan kepedulian Rasulullah terhadap umat menjadi nilai yang relevan untuk terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, mengatakan bahwa kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi memiliki nilai penting dalam memperkuat pembinaan umat, khususnya bagi generasi muda.

“Maulid Nabi jangan hanya kita jadikan sebagai kegiatan seremonial untuk mengenang kelahiran Rasulullah. Yang lebih penting adalah bagaimana sejarah dan keteladanan beliau dapat kita bawa pulang, kemudian kita terapkan dalam kehidupan, terutama dalam membentuk akhlak anak-anak dan generasi muda kita,” ujar Dela Pulda.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut yang menunjukkan adanya semangat kebersamaan dalam menjaga kehidupan keagamaan di Sedanau.

Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Kehadiran masyarakat, pelajar, stakeholder, serta jajaran KUA Bunguran Barat menjadi bagian dari upaya bersama untuk terus menghidupkan syiar Islam sekaligus memperkuat pembinaan keagamaan di wilayah Kecamatan Bunguran Barat.