KUA Bunguran Timur (Humas) – Kesuksesan penampilan atraktif dan sarat pesan edukasi hukum dari kontingen Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur pada ajang Pawai Budaya HUT ke-81 RI tidak lepas dari kerja keras di balik layar. Selama hampir sepekan penuh, terhitung mulai 13 hingga 15 Agustus 2026, jajaran KUA Bunguran Timur mendedikasikan waktu untuk mematangkan konsep, properti, hingga latihan peragaan simulasi akad nikah resmi.
Persiapan intensif yang dipusatkan di lingkungan KUA Bunguran Timur tersebut melibatkan kontribusi besar dari empat mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) STAI Natuna, yakni Ayu Adesma, Tania Dwi Putri, Afta Razhul, dan Wahyu Adriansyah. Keempat mahasiswa ini menunjukkan dedikasi tinggi dengan mengambil peran teknis dan kreatif, mulai dari merancang alur skenario teatrikal, memproduksi atribut dan spanduk kampanye bertema legalitas hukum perkawinan, hingga ikut terlibat langsung dalam latihan peragaan simulasi ijab kabul dan penyerahan Buku Nikah.
Sinergi yang solid antara pegawai KUA serta Ayu Adesma, Tania Dwi Putri, Afta Razhul, dan Wahyu Adriansyah terbukti menjadi kunci keberhasilan penyampaian pesan edukasi kepada ribuan masyarakat Natuna saat hari pelaksanaan pawai. Keterlibatan aktif ini sekaligus menjadi sarana aplikasi nyata bagi para mahasiswa dalam mempraktikkan ilmu komunikasi publik dan advokasi sosial di tengah masyarakat.
Secara terpisah, Kepala KUA Bunguran Timur, Asnawi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras seluruh tim, khususnya para mahasiswa PKL.
"Penampilan simulasi nikah resmi yang sukses memikat perhatian publik pada pawai budaya kemarin merupakan buah dari persiapan matang selama beberapa hari, dari tanggal 13 sampai 15 Agustus. Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kerja keras adik-adik mahasiswa PKL STAI Natuna—Ayu Adesma, Tania Dwi Putri, Afta Razhul, dan Wahyu Adriansyah. Mereka menjadi motor penggerak kreatif dalam menyiapkan materi kampanye tolak kawin siri ini sehingga pesan edukasi hukum KUA tersampaikan secara apik dan berbobot," tutur Asnawi.
Berkat dedikasi dan kerja sama tim selama masa persiapan tersebut, KUA Bunguran Timur berhasil mengubah momentum pawai kemerdekaan menjadi sarana sosialisasi hukum perkawinan yang efektif, tertib, dan bernilai edukatif bagi masyarakat Ranai.