KUA Bunguran Utara (HUMAS) --- Transformasi fungsi Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Utara semakin dirasakan manfaatnya hingga ke pelosok desa. Tidak sekadar melayani prosesi administratif perkawinan, KUA kini mengambil peran preventif sebagai motor penggerak edukasi sosial-keagamaan guna membentengi masa depan generasi muda.
Cermin nyata dari komitmen tersebut ditunjukkan dalam kegiatan Bina Keluarga Remaja (BKR) yang terintegrasi dengan Posyandu di Desa Kelarik Air Mali, Sabtu (26/9/2026). Dalam forum tersebut, Staf KUA Bunguran Utara, Mansur, hadir langsung sebagai narasumber utama.
Di hadapan puluhan remaja dan orang tua murid, Mansur memaparkan materi strategis bertajuk pentingnya menjaga pergaulan serta merawat kesehatan fisik dan reproduksi sejak dini.
Ia menegaskan bahwa pencegahan problem sosial, seperti pernikahan anak dan pergaulan bebas, harus dimulai dari hulu melalui pemberian pemahaman yang utuh mengenai batasan syariat dan kesehatan.
"Masa remaja adalah fase keemasan yang harus diisi dengan hal-hal produktif. Melalui edukasi di Posyandu BKR ini, kami di KUA Bunguran Utara ingin memastikan remaja di Desa Kelarik Air Mali memahami pentingnya menjaga kehormatan diri dan kesehatan. Pemahaman yang benar akan membantu mereka terhindar dari keputusan terburu-buru yang dapat merusak masa depan mereka," tegas Mansur di lokasi kegiatan.
Sinergi antara KUA Bunguran Utara dan kader Posyandu desa ini memetik apresiasi tinggi dari tokoh masyarakat serta para orang tua di Desa Kelarik Air Mali. Pendekatan interaktif yang dibawakan membuat materi keagamaan dan kesehatan terasa membumi serta mudah dipahami oleh anak-anak usia remaja.
Inisiatif proaktif jajaran KUA Bunguran Utara ini membuktikan bahwa instansi di bawah naungan Kementerian Agama tersebut terus konsisten menghadirkan dampak positif yang nyata, melampaui sekat-sekat administratif demi mencetak generasi muda Natuna yang sehat, berakhlak mulia, dan berdaya saing.