KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik merupakan fondasi penting dalam membangun kedekatan generasi muda dengan ajaran Islam. Menyadari pentingnya hal tersebut, KUA Bunguran Barat melalui salah satu stafnya, Aris Munandar, melaksanakan kegiatan pembelajaran pemberantasan buta aksara Al-Qur’an bagi anak-anak dan remaja di Surau Athoriq, Selasa (3/11).

Kegiatan ini diikuti anak-anak dan remaja yang tinggal di sekitar Surau Athoriq. Dalam pembelajaran tersebut, Aris Munandar memberikan pendampingan membaca Al-Qur’an dengan menitikberatkan pada pengenalan makharijul huruf atau tempat keluarnya huruf hijaiyah serta penerapan hukum-hukum bacaan yang benar.

Pembelajaran dilakukan untuk membantu peserta mengenali pelafalan setiap huruf secara tepat, membedakan bunyi huruf yang memiliki kemiripan, serta membiasakan bacaan sesuai kaidah tajwid. Dengan demikian, peserta tidak hanya mampu membaca rangkaian ayat, tetapi juga memahami cara melafalkannya secara benar.

Lebih dari sekadar kemampuan teknis membaca, kegiatan ini diarahkan untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak dan remaja terhadap Al-Qur’an. Kebiasaan membaca dan mempelajari Al-Qur’an sejak usia dini diharapkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika mengikuti kegiatan pembelajaran.

Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, menyampaikan bahwa pembinaan baca tulis Al-Qur’an merupakan bagian penting dari upaya membangun kehidupan keagamaan masyarakat, terutama dalam mempersiapkan generasi muda yang dekat dengan kitab suci.

“Jangan sampai anak-anak dan remaja kita hanya mengenal Al-Qur’an, tetapi belum mampu membacanya dengan baik dan benar. Kita ingin menumbuhkan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an sejak dini. Karena itu, kemampuan mengenal makharijul huruf dan memahami hukum bacaan perlu dibina secara bertahap dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan staf KUA dalam kegiatan pembinaan langsung di tengah masyarakat. Menurutnya, kehadiran KUA melalui kegiatan keagamaan seperti ini merupakan wujud pelayanan dan pembinaan umat yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus tumbuh di lingkungan masyarakat. Anak-anak perlu didampingi agar terbiasa membaca Al-Qur’an, sementara orang tua dan lingkungan sekitar juga diharapkan ikut memberikan dukungan. Dengan kebersamaan, kita dapat membangun generasi yang mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya pedoman dalam kehidupan,” tambahnya.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pelaksanaan peran KUA dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat. Melalui keterlibatan staf KUA di lingkungan surau, pembinaan umat dapat menjangkau kelompok masyarakat secara lebih dekat, termasuk anak-anak dan remaja yang membutuhkan pendampingan dalam mempelajari Al-Qur’an.

Melalui pembelajaran di Surau Athoriq, KUA Bunguran Barat berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai makharijul huruf dan kaidah tajwid. Upaya ini sekaligus menjadi langkah menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an agar tumbuh menjadi kebiasaan, karakter, dan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.