KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Membaca Al-Qur’an bukan hanya tentang melafalkan ayat dengan benar, tetapi juga bagaimana menghadirkan keindahan bacaan yang menyentuh hati. Untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an sekaligus mengembangkan kemampuan seni membaca, KUA Bunguran Barat melalui stafnya, Royana, memberikan pembelajaran tilawah Al-Qur’an kepada siswa-siswi SMP Negeri 1 Bunguran Barat, Selasa (3/11).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMPN 1 Bunguran Barat tersebut diikuti oleh siswa-siswi dari kelas yang telah ditentukan pihak sekolah. Dalam pembelajaran ini, Royana memperkenalkan teknik membaca Al-Qur’an dengan lagu atau irama tilawah, sekaligus membimbing peserta mengenali pola nada dan melatih kelancaran dalam melantunkan ayat-ayat suci.
Pembelajaran diarahkan agar siswa tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki keberanian dan keterampilan untuk mengembangkan seni tilawah. Meski menggunakan irama, ketepatan makharijul huruf dan penerapan hukum tajwid tetap menjadi dasar utama yang harus diperhatikan dalam setiap bacaan.
Royana menjelaskan bahwa seni tilawah dapat menjadi salah satu pendekatan untuk membuat generasi muda semakin tertarik mempelajari Al-Qur’an. Keindahan irama diharapkan mampu menumbuhkan semangat belajar sekaligus membangun kedekatan emosional peserta didik dengan kitab suci.
“Tilawah bukan sekadar membaca Al-Qur’an dengan suara yang indah atau mengikuti irama tertentu. Hal paling utama adalah menjaga ketepatan makhraj dan tajwidnya. Kami ingin anak-anak mengenal seni membaca Al-Qur’an, berani mencoba melantunkan ayat dengan irama, dan semakin mencintai Al-Qur’an melalui proses belajar yang menyenangkan,” ujar Royana.
Ia juga menekankan bahwa kemampuan tilawah tidak diperoleh secara instan, melainkan membutuhkan latihan yang konsisten, kesabaran, dan kemauan untuk terus memperbaiki bacaan. Karena itu, siswa didorong untuk tidak ragu berlatih dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan keagamaan KUA Bunguran Barat yang menjangkau lingkungan pendidikan formal. Melalui keterlibatan staf KUA di sekolah, pembinaan tidak hanya berorientasi pada kemampuan dasar membaca Al-Qur’an, tetapi juga membuka ruang pengembangan bakat dan potensi keagamaan peserta didik.
KUA Bunguran Barat berharap pembelajaran tilawah tersebut dapat menjadi awal tumbuhnya minat siswa untuk mendalami seni membaca Al-Qur’an. Dengan latihan yang berkelanjutan, para peserta diharapkan mampu melantunkan ayat-ayat suci secara lebih indah, merdu, dan tetap sesuai kaidah bacaan yang benar.
Lebih dari keterampilan vokal, pengenalan seni tilawah diharapkan menumbuhkan kebiasaan positif dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an. Dengan demikian, kecintaan terhadap kitab suci dapat tumbuh seiring berkembangnya kemampuan dan karakter religius generasi muda.