KUA BUNGURAN TENGAH (HUMAS) – Pengurus Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Baitul Muttaqin, Desa Harapan Jaya, bergerak cepat mematangkan persiapan para santrinya. Langkah taktis ini diambil guna menghadapi perhelatan akbar Wisuda Santri TPQ ke-XIII Tahun 2026 tingkat Kabupaten Natuna, Minggu, 2 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi implementasi nyata di lapangan dalam menyukseskan program inovasi bentukan Kepala KUA Bunguran Tengah, Erial Lismana, yang bertajuk GEBRAKAN (Gerakan Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur'an). Pada tahun ini, TPQ Baitul Muttaqin berhasil meloloskan sebanyak 17 santri sebagai calon peserta wisuda.
Pertemuan dan pembekalan khusus tersebut dipimpin langsung oleh Moch. Fandholi, yang mengemban peran ganda sebagai Kepala TPQ Baitul Muttaqin sekaligus Staf KUA Kecamatan Bunguran Tengah. Kehadirannya di ruang kelas memberikan motivasi besar bagi para santri untuk mematangkan kesiapan mental, hafalan, serta kedisiplinan menjelang hari pelaksanaan.
Agenda tahunan yang dinantikan oleh ribuan santri se-Kabupaten Natuna ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026. Panitia tingkat kabupaten telah menetapkan Gedung Sri Serindit, Batu Hitam, sebagai pusat lokasi pengukuhan para generasi qurani tersebut.
Melalui program GEBRAKAN yang digagas oleh Kepala KUA Bunguran Tengah Erial Lismana ini, KUA Bunguran Tengah berkomitmen penuh membebaskan wilayahnya dari buta aksara Al-Qur'an sejak usia dini. Dalam arahannya, Moch. Fandholi menekankan kepada seluruh calon wisudawan bahwa kelulusan mereka merupakan bukti keberhasilan program tersebut di tingkat desa. Ia mengingatkan agar momentum wisuda tidak dijadikan akhir dari proses belajar, melainkan gerbang awal untuk tetap istikamah mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an di tengah masyarakat.
Melalui sinergi program inovasi KUA Bunguran Tengah ini, ke-17 santri utusan Desa Harapan Jaya diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian prosesi wisuda dengan khidmat dan lancar, sekaligus menjadi pelopor syiar Al-Qur'an di lingkungan mereka.