KUA BunguranTengah (HUMAS) --- Antisipasi krisis petugas pemulasaran jenazah, Pemerintah Desa Tapau bersama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Tengah menggelar aksi nyata. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pembentukan pengurus sekaligus pelatihan intensif Fardhu Kifayah di Gedung Serbaguna Desa Tapau, Kamis 16 Juli 2026.
Acara krusial ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Tapau, Sudiono, Staf KUA Bunguran Tengah, Muhammad Andi Gunawan, serta puluhan warga yang siap melakukan regenerasi ilmu keagamaan.
Kepala Desa Tapau, Sudiono, menegaskan bahwa urusan kematian memerlukan kesiapan tim desa yang terstruktur. "Pengurusan jenazah adalah kewajiban bersama. Kita tidak boleh bingung saat ada warga kemalangan hanya karena kekurangan petugas. Hari ini, tim khusus resmi dibentuk agar pelayanan keagamaan berjalan cepat dan syar'i," ujarnya.
Kehadiran Muhammad Andi Gunawan dari KUA Bunguran Tengah memperkuat legalitas tim baru ini. Selain mengawal administrasi, KUA memberikan bimbingan fiqih agar standar pemulasaran di lapangan seragam dan sah secara agama.
Gedung Serbaguna mendadak dinamis saat memasuki sesi simulasi langsung menggunakan model replika. Mulai dari tokoh masyarakat hingga generasi muda, para peserta ditantang mempraktikkan detail penting:
- Menghitung presisi potongan kain kafan agar tidak mubazir.
- Teknik melipat kain secara rapi guna menutup aurat sempurna.
- Seni mengikat tali simpul hidup yang kuat namun mudah dilepas di liang lahat.
Diskusi interaktif berlangsung seru saat warga mengupas tuntas kendala tak terduga yang kerap terjadi di lapangan. Lewat sinergi Pemdes Tapau dan KUA Bunguran Tengah, tim Fardhu Kifayah yang baru dikukuhkan ini kini resmi menjadi garda terdepan desa yang siap bergerak cepat kapan pun dibutuhkan masyarakat.