KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Lapangan Astaka Sedanau menjadi ruang pertemuan semangat sportivitas dan kebersamaan masyarakat dalam penutupan Turnamen Bola Voli Pesisir, Sabtu (24/10). Di tengah antusiasme laga final putra dan putri, KUA Bunguran Barat turut mengambil bagian melalui Aris Munandar yang mewakili Kepala KUA untuk memimpin pembacaan doa, sebagai wujud keterlibatan unsur keagamaan dalam kegiatan kemasyarakatan.
Kegiatan tersebut dihadiri anggota DPRD Provinsi dan anggota DPRD Kabupaten, Camat Bunguran Barat bersama Forkopimcam, Lurah Sedanau, para tamu undangan, serta tim bola voli yang berlaga di partai final. Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat memperlihatkan pentingnya ruang kebersamaan dalam mempererat hubungan sosial di Kecamatan Bunguran Barat.
Pada laga final putri, Mekar Jaya berhasil mengalahkan NBC Cantik dengan skor 3–0. Sementara itu, pertandingan final putra mempertemukan Karla dengan Putra Sedanau yang berakhir dengan kemenangan Karla dengan skor 3–1.
Di luar persaingan di lapangan, penutupan turnamen ini menjadi momentum untuk merawat silaturahmi, menjunjung sportivitas, dan memperkuat persaudaraan antarkelompok masyarakat. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan upaya membangun lingkungan sosial yang harmonis dan saling menghargai.
Bagi KUA Bunguran Barat, keterlibatan dalam kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran institusi keagamaan di tengah kehidupan masyarakat. Melalui penugasan Aris Munandar untuk memimpin pembacaan doa, KUA turut memberikan sentuhan spiritual sekaligus mengajak seluruh pihak menjadikan kegiatan olahraga sebagai sarana memperkuat persatuan dan kebersamaan.
Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, melalui keterlibatan tersebut, menegaskan pentingnya membangun hubungan yang baik dengan masyarakat dan berbagai unsur pemerintahan. Ia memandang kegiatan kemasyarakatan sebagai ruang untuk mempererat komunikasi dan menumbuhkan nilai-nilai positif yang mendukung kehidupan sosial yang rukun.
“Olahraga bukan hanya tentang kemenangan dan kekalahan, tetapi juga tentang membangun sportivitas, menghargai lawan, dan mempererat silaturahmi. Nilai-nilai inilah yang perlu terus kita rawat agar kebersamaan masyarakat tetap terjaga,” demikian pesan yang dapat disampaikan Kepala KUA Bunguran Barat, melalui perwakilannya dalam konteks kegiatan tersebut.
Secara kelembagaan, peran KUA dalam pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat mengacu pada Peraturan Menteri Agama Nomor 24 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Urusan Agama. Dalam Pasal 3 dan Pasal 4, KUA memiliki tugas melaksanakan layanan bimbingan masyarakat Islam, termasuk fungsi pelayanan bimbingan dan penerangan agama Islam.
Kehadiran KUA dalam kegiatan lintas unsur seperti ini menjadi salah satu bentuk pendekatan sosial untuk mendekatkan nilai-nilai keagamaan dengan kehidupan sehari-hari. Meski turnamen olahraga bukan layanan inti KUA, partisipasi tersebut dapat menjadi ruang untuk membangun sinergi, memperluas komunikasi, dan memperkuat hubungan dengan masyarakat serta pemangku kepentingan setempat.
Penutupan Turnamen Bola Voli Pesisir diharapkan tidak hanya meninggalkan catatan kemenangan bagi tim finalis, tetapi juga memperkuat semangat persaudaraan di Sedanau. Melalui kolaborasi antara pemerintah, unsur keagamaan, penyelenggara, dan masyarakat, kegiatan olahraga dapat menjadi salah satu ruang bersama untuk menumbuhkan sportivitas, kepedulian, dan keharmonisan sosial di Kecamatan Bunguran Barat.