KUA Bunguran Timur Laut (HUMAS)---Langkah progresif dalam memperkuat ketahanan keluarga terus digalakkan Khusunya di Kecamatan Bunguran Timur Laut. Melalui kolaborasi strategis, Penyuluh Agama Islam bersama Pimpinan Cabang Badan Kontak Majelis Taklim (PC BKMT) Kecamatan Bunguran Timur Laut sukses menggelar kegiatan edukasi di Masjid Darul Makmur, Desa Limau Manis, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan rutin bulanan PC BKMT kali ini terasa istimewa karena mengupas tuntas tema yang sangat relevan dengan tantangan zaman: "Membentuk Generasi Rabbani Melalui Pola Asuh Anak Menurut Islam dan Psikologis". Acara ini dihadiri oleh ratusan ibu-ibu perwakilan BKMT dari 7 desa di wilayah Bunguran Timur yang tampak memadati ruang utama masjid dengan penuh antusias.

Hadir sebagai narasumber utama, Kusnadi, S.H. selaku Penyuluh Agama Islam, memberikan pemaparan yang sangat edukatif. Dalam materinya, beliau membedah berbagai tipe pola asuh anak yang dikenal dalam dunia psikologi, serta bagaimana Islam memandang tiap-tiap tipe tersebut untuk melahirkan generasi yang sehat mental dan kuat iman:

• Pola Asuh Otoriter (Authoritarian): Pola asuh yang mengekang dan menuntut kepatuhan mutlak tanpa diskusi. Secara psikologis, ini bisa membuat anak rendah diri atau justru memberontak. Kusnadi menjelaskan bahwa Islam melarang kekerasan dan pemaksaan yang merusak jiwa anak, sebagaimana Rasulullah SAW selalu mengedepankan kelembutan.

• Pola Asuh Permisif (Permissive): Pola asuh yang terlalu memanjakan dan membebaskan anak tanpa batasan. Dalam pandangan Islam, ini dinilai kurang tepat karena orang tua memiliki amanah dan tanggung jawab (mas’uliyyah) untuk memberikan arahan, batasan syariat, dan mendisiplinkan anak (seperti perintah mendidik shalat).

• Pola Asuh Abai (Uninvolved/Neglectful): Pola asuh di mana orang tua tidak peduli secara fisik maupun emosional. Kusnadi menegaskan ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam, karena menelantarkan pendidikan karakter dan kasih sayang kepada anak adalah sebuah dosa.

• Pola Asuh Bijak/Demokratis (Authoritative): Pola asuh yang seimbang antara pemberian kasih sayang dan batasan yang tegas, serta mengutamakan diskusi. Islam sangat mendukung tipe pola asuh ini. Secara psikologis, pola ini membentuk anak yang mandiri dan percaya diri. Contoh nyatanya ada pada kisah Nabi Ibrahim AS yang tetap mengajak dialog Nabi Ismail AS saat menerima perintah Allah SWT.

"Secara psikologis, tipe pola asuh demokratis (authoritative) adalah yang paling ideal, dan Islam telah mencontohkan hal itu lewat komunikasi yang humanis antara para nabi dan anaknya. Untuk membentuk generasi Rabbani, kita harus memadukan ketegasan syariat dengan kelembutan psikologis," terang Kusnadi di hadapan jemaah.

Penjelasan yang sistematis mengenai tipe-tipe pola asuh ini memicu antusiasme luar biasa dari ibu-ibu BKMT. Sesi tanya jawab berlangsung dinamis ketika para jemaah mulai merefleksikan diri dan berkonsultasi mengenai tipe pola asuh yang selama ini mereka terapkan di rumah.

Berbagai pertanyaan seputar cara mengubah pola asuh yang terlanjur salah, menghadapi anak yang kecanduan gawai (gadget), hingga menyelaraskan ego antara ayah dan ibu dalam mengasuh anak, dikupas tuntas oleh Kusnadi dengan solusi praktis berbasis fikih keluarga dan psikologi perkembangan.

Pihak PC BKMT Kecamatan Bunguran Timur Laut menyatakan bahwa kehadiran Penyuluh Agama Islam yang membawa materi berbobot dan ilmiah seperti ini membuat program bulanan majelis taklim menjadi jauh lebih produktif. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi modal berharga bagi ibu-ibu BKMT untuk membawa pulang ilmu parenting ini dan menerapkannya di desa masing-masing.

Melalui sinergi yang konsisten ini, BKMT dan Penyuluh Agama Islam Bunguran Timur Laut berkomitmen untuk terus berjalan beriringan, mencerdaskan umat, dan mengawal lahirnya generasi masa depan Natuna yang tidak hanya cerdas, tetapi juga agung dalam akhlak.