Kemenag Natuna (HUMAS) --- Meneguhkan peran madrasah sebagai pilar penyemai nilai-nilai kebangsaan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Natuna menerima kunjungan tim peneliti Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau. Pertemuan strategis ini berlangsung pada Senin (11/5) di Ruang Rapat Lantai 1 Kantor Kemenag Natuna.

Kegiatan koordinasi ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Kasubbag Tata Usaha, Muhd. Sabirin. Ia mewakili Kepala Kantor Kemenag Natuna yang di saat bersamaan tengah menghadiri rapat persiapan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) di Kantor Bupati Natuna. Hadir dalam pertemuan tersebut staf Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Natuna, Kepala Madrasah MAN 1 Natuna, MTSN 2 Natuna, MTsS Ibnu Rusyd dan Kepala MA Madinatunnajah.

Dalam arahannya, Muhd. Sabirin menegaskan bahwa Kemenag Natuna berkomitmen penuh dalam mendukung riset yang bersifat aplikatif bagi kemajuan pendidikan di wilayah perbatasan.

“Kantor Kementerian Agama Kabupaten Natuna akan memfasilitasi sepenuhnya kegiatan penelitian dari rekan-rekan dosen UIN Suska Riau. Sinergi ini sangat penting, mengingat penguatan komitmen kebangsaan adalah napas utama pendidikan di wilayah garda terdepan seperti Natuna ini,” ujar Sabirin.

Riset Berbasis Digital di Empat Madrasah
Penelitian bertajuk "Penguatan Komitmen Kebangsaan melalui Pendidikan Multikultural di Madrasah Wilayah Perbatasan Indonesia" ini merupakan bagian dari skema penelitian Mora The Air Funds Kementerian Agama RI. Tim peneliti dijadwalkan berada di Natuna selama satu minggu dengan sasaran utama 100 siswa dari empat madrasah, yakni MAN 1 Natuna, MTsN 2 Natuna, MTsS Madinatunnajah Binjai, dan MTsS Ibnu Rusyd Kelanga.

Ketua LP2M UIN Suska Riau, H. Zarkasih, S.Ag., M.Ag., Ph.D., menjelaskan bahwa pihaknya mengedepankan metode yang modern dan partisipatif dalam pengambilan data.

“Proses penelitian kami lakukan melalui angket digital menggunakan ponsel, wawancara, hingga observasi manual. Kami ingin membedah bagaimana pendidikan multikultural mampu memperkokoh rasa cinta tanah air di kalangan siswa madrasah,” ungkap Zarkasih.

Agenda Intensif Selama Sepekan
Berdasarkan jadwal yang telah disusun, pengumpulan data di lapangan akan berlangsung intensif mulai hari ini hingga Rabu mendatang. Agenda dimulai di MAN 1 Natuna pada hari Senin, disusul MTsN 2 Natuna dan MTsS Ibnu Rusyd Kelanga pada hari Selasa. Rangkaian riset akan dipungkasi pada Rabu di MAN 2 Natuna dan MTsS Madinatunnajah.

Langkah kolaboratif ini menjadi bukti nyata kehadiran Kementerian Agama dalam menggandeng akademisi untuk memastikan kebijakan pendidikan di wilayah perbatasan benar-benar berdampak luas bagi masyarakat, terutama dalam mencetak generasi muda yang inklusif dan nasionalis.