Suasana religius dan hangat menyelimuti Masjid At-Taqwa, Desa Kelarik, pada Selasa malam (2/6/2026). Di sana, jajaran KUA Bunguran Utara kembali hadir membawa misi sosial bertajuk "SEBAKUL" (Sedekah Beras) yang dikemas dalam program Maghrib Keliling (Magling). Ini adalah bukti bahwa fungsi KUA tidak melulu soal administrasi, melainkan juga tentang merawat kepedulian di tengah masyarakat.

Malam itu, guratan haru tampak di wajah 19 penerima manfaat. Sebanyak 95 kilogram beras diserahkan khusus kepada mereka yang selama ini berada di garda terdepan menjaga syiar Islam: para Imam, Khatib, Muadzin, marbot (nuje), hingga petugas fardhu kifayah. Bagi mereka, bantuan ini adalah bentuk pengakuan dan perhatian nyata atas pengabdian tulus mereka selama ini.

Lewat momen Magling ini, sekat antara instansi pemerintah dan warga melebur dalam kebersamaan. Acara diisi dengan lantunan kalam Ilahi dan tausiyah yang menyentuh hati. Mengupas QS. Ali 'Imran ayat 133-134, pihak KUA mengajak jamaah untuk terus memupuk jiwa sosial, saling memaafkan, dan istiqomah bersedekah demi menjemput rida Allah SWT sekaligus menjaga keharmonisan desa.

Aksi sosial ini murni lahir dari semangat gotong royong. Periode ini, panitia berhasil mengumpulkan total 267 kilogram beras dari masyarakat. Setelah sukses didistribusikan di Masjid Al-Ula (115 kg) dan Masjid At-Taqwa (95 kg), sisa donasi yang ada berkomitmen akan terus disalurkan secara transparan bagi kemaslahatan umat di Bunguran Utara.