KUA Bunguran Timur (Humas) – Syiar kecintaan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW sekaligus penguatan nilai-nilai bakti spiritual terus digaungkan oleh jajaran Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur. Pada Sabtu (05/09/2026) malam mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai, Penyuluh Agama Islam KUA Bunguran Timur, Ustadzah Hj. Kholijah Manurung, memimpin langsung perhelatan akbar Gebyar MTCSN Bersholawat dalam Rangka Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan Haul Ke-3 Alm. Suherman yang bertempat di Rumah Pengajian Majelis Taklim Cinta Sholawat Natuna (MTCSN).
Acara yang dihadiri dengan khidmat dan kompak oleh jemaah berbusana seragam pakaian hitam serta jilbab hitam bermotif bunga putih ini memadukan rangkaian zikir bersama, lantunan puji-pujian shalawat diiringi Tim Hadroh MTCSN, pembacaan tahlil dan doa haul, serta tausiyah keagamaan. Tabuhan rebana dan gema shalawat yang dilantunkan secara berjemaah menyemarakkan suasana malam, menghadirkan kekhusyukan mendalam sekaligus mempererat tali silaturahmi antarsesama anggota majelis dan masyarakat sekitar.
Dalam ceramah maulidnya, Kholijah Manurung memaparkan makna esensial meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Beliau menekankan bahwa perayaan maulid yang dirangkai dengan peringatan haul merupakan wujud nyata birrul walidain serta pengingat akan kefanaan duniawi, di mana doa-doa yang dipanjatkan bagi para pendahulu menjadi wasilah penyambung amal saleh. Jemaah diajak untuk senantiasa melazimkan selawat dalam setiap tarikan napas kehidupan sebagai sarana penenang hati, pembawa berkah bagi negeri, serta ikhtiar batin dalam meraih syafaat Baginda Nabi di yaumil akhir.
Secara terpisah, Kepala KUA Kecamatan Bunguran Timur, Asnawi, menyampaikan apresiasi atas suksesnya perhelatan akbar binaan penyuluh agama tersebut.
"Kami mengapresiasi keistiqamahan Ustadzah Hj. Kholijah Manurung bersama seluruh jajaran MTCSN yang telah merancang dan menyukseskan Gebyar MTCSN Bersholawat ini. Mengisi bulan kelahiran Rasulullah SAW dengan zikir, shalawat, dan doa bersama bagi para pendahulu adalah amalan mulia yang mempertebal nilai religius dan memperkokoh ketenteraman sosial di wilayah Bunguran Timur," tutur Asnawi.
Perhelatan Gebyar MTCSN Bersholawat tersebut berjalan tertib, meriah, dan ditutup dengan pembacaan munajat doa bersama untuk keberkahan keluarga jemaah, kemaslahatan umat, serta kedamaian bagi daerah Kabupaten Natuna.