KUA Bunguran Timur (Humas) – Momentum peringatan Hari Asyura 10 Muharram 1448 Hijriah dimanfaatkan secara optimal oleh jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur untuk memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat. Pada Kamis (25/06/2026), Penyuluh Agama Islam KUA Bunguran Timur, Kholijah Manurung, bersama jemaah Majelis Taklim Cinta Shalawat Natuna (MTCSN) berkolaborasi menyelenggarakan serangkaian kegiatan dalam rangka memuliakan Hari Raya Anak Yatim.

Rangkaian agenda keagamaan dan kemanusiaan yang mengusung tema zikir dan selawat bersama ini diawali pada pukul 08.30 WIB dengan agenda Pembinaan Anak Yatim. Kegiatan yang dipandu langsung oleh Ustadzah Hj. Zaenun tersebut dilaksanakan bertempat di kediaman Ketua MTCSN, Hj. Weliyani. Melalui pembinaan ini, anak-anak yatim diberikan motivasi spiritual sekaligus santunan kasih sayang sebagai bentuk implementasi langsung dari anjuran memuliakan anak yatim di hari Asyura.

Memasuki siang hari pukul 12.30 WIB, jemaah majelis taklim bersama penyuluh KUA membagi pergerakan menjadi dua agenda eksternal secara simultan. Agenda pertama berfokus pada kunjungan sosial kepada para pasien yang sedang dirawat di RSUD Natuna guna memberikan dukungan moril serta doa kesembuhan. Sementara pada waktu yang bersamaan, sebagian jemaah melaksanakan kunjungan silaturahmi ke kediaman salah satu tokoh masyarakat, Bapak H. Mustafa Sis, yang berlokasi di Desa Tanjung.

Seluruh rangkaian khidmat peringatan 10 Muharram ini kemudian ditutup dengan pelaksanaan buka puasa sunah Asyura bersama. Agenda penutupan tersebut dilaksanakan bertempat di Rumah Makan AWEN yang dimulai pada pukul 17.00 WIB hingga selesai.

Secara terpisah, Kepala KUA Bunguran Timur, Asnawi, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keterlibatan aktif penyuluh agama dalam mendampingi dan menggerakkan organisasi keagamaan di wilayah kerja KUA.

"Sinergi antara Penyuluh KUA Bunguran Timur dan Majelis Taklim Cinta Shalawat Natuna ini merupakan bentuk nyata dari dakwah bil hal atau dakwah melalui perbuatan nyata. Menghidupkan 10 Muharram dengan menyantuni anak yatim, menjenguk orang sakit, dan menjaga silaturahmi dengan tokoh masyarakat adalah representasi pelayanan keagamaan yang inklusif dan menyentuh aspek sosial kemanusiaan. Kami berharap rilis berita ini dapat menginspirasi gerakan kepedulian yang lebih luas di Kabupaten Natuna," tegas Asnawi.