KUA Bunguran Utara — Suasana syahdu menyelimuti Baitul Tartil pada Minggu (16/8/2026) malam. Usai pelaksanaan salat Isya, puluhan santri tampak tekun mengikuti bimbingan seni baca Al-Qur'an yang dipandu langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Bunguran Utara, Nur Azizah Binti Muhammad Yakub.
Dalam sesi pembelajaran tersebut, Nur Azizah fokus mengajarkan teknik dan karakter irama Bayati Qurdi. Irama ini dikenal dengan alunan nadanya yang indah serta menyentuh hati, sehingga menjadi salah satu variasi tartil yang sangat menarik untuk dipelajari anak-anak.
Nur Azizah menjelaskan bahwa bimbingan ini tidak sekadar mengajarkan kelancaran membaca, tetapi juga melatih sensitivitas nada santri agar sesuai dengan hukum tajwid. Dengan pendampingan yang telaten, para santri diajak memahami seni ketukan nada tanpa mengabaikan ketepatan makhraj huruf.
"Pembelajaran irama Bayati Qurdi ini dirancang agar anak-anak semakin gemar membaca dan mendalami Al-Qur'an. Keindahan irama menjadi sarana untuk memperkuat daya tarik mereka dalam mentadaburi ayat-ayat suci," ungkap Nur Azizah.
Antusiasme para santri terpancar sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka menirukan setiap contoh intonasi dan cengkok nada dengan penuh semangat. Interaksi aktif antara pembimbing dan anak-anak menjadikan suasana belajar terasa hangat dan menginspirasi.
Langkah konsisten KUA Bunguran Utara dalam mendampingi kelompok binaan seperti Baitul Tartil menjadi wujud nyata komitmen Kementerian Agama dalam membina mental dan spiritual generasi muda di wilayah Natuna, sekaligus melestarikan tradisi seni Al-Qur'an sejak usia dini.