KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam menerima dan menyampaikan risalah Islam menjadi pesan utama dalam Safari Dakwah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Surau Kisful Qhulam, Kelurahan Sedanau, Senin (31/8). Melalui kegiatan tersebut, Kantor Urusan Agama (KUA) Bunguran Barat mengajak masyarakat mengambil pelajaran dari keteguhan Rasulullah dalam menjalankan amanah dakwah di tengah berbagai tantangan.
Kegiatan dihadiri oleh unsur pimpinan lintas sektoral Kecamatan Bunguran Barat, staf KUA Bunguran Barat serta jamaah Surau Kisful Qhulam. Dalam kegiatan tersebut, KUA Bunguran Barat menghadirkan Ustaz Harjono, staf KUA Bunguran Barat, sebagai pengisi materi ceramah keagamaan dengan tema “Kisah Sang Rasul.”
Melalui momentum Maulid Nabi, KUA Bunguran Barat mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT dan manusia paling mulia, tetapi juga kembali memahami perjalanan hidup serta perjuangan beliau dalam membawa risalah Islam.
Dalam ceramahnya, Harjono mengisahkan perjalanan Rasulullah SAW ketika menerima awal risalah kenabian. Tidak hanya terkait risalah kenabian Rasulullah, namun dibahas juga terkait bagaimana Rasulullah memelihara hatinya untuk selalu menjaga cintanya kepada Allah SWT.
“Rasulullah selalu menjaga hatinya untuk selalu mencintai Allah dengan memperbanyak ber-istigfar dan memperbanyak bersyukur. Kalau kita mengikuti cara Rasullullah dalam menjaga hati, maka hati kita hanya akan dipenuhi dengan kecintaan pada Allah SWT,” ujar Harjono.
Menurutnya, perjalanan Rasulullah SAW dalam menerima dan menyampaikan risalah mengandung pelajaran penting bagi umat Islam, khususnya tentang keteguhan dalam memegang kebenaran dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah.
“Dari kisah Rasulullah kita belajar bahwa setiap amanah harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Rasulullah tidak berhenti karena beratnya tantangan. Beliau tetap berdakwah dengan kesabaran, kebijaksanaan dan akhlak yang mulia. Inilah yang harus kita jadikan teladan dalam kehidupan kita hari ini,” lanjutnya.
Harjono juga mengajak jamaah untuk menjadikan kisah perjalanan Rasulullah SAW sebagai penguat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Kecintaan tersebut, menurutnya, tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid, tetapi juga dengan mengenal perjalanan hidup beliau dan berusaha mengamalkan ajaran serta akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
Keterlibatan KUA Bunguran Barat dalam rangkaian Safari Dakwah ini merupakan bagian dari komitmen pembinaan umat yang terus dilakukan di tengah masyarakat. Kehadiran personel KUA secara langsung dalam kegiatan keagamaan menjadi salah satu upaya memperluas jangkauan pembinaan, sekaligus mendekatkan layanan dan edukasi keagamaan kepada masyarakat.
Melalui sinergi bersama PHBI, pengurus surau, unsur lintas sektoral, tokoh agama dan masyarakat, KUA Bunguran Barat terus mendorong kegiatan pembinaan yang berkelanjutan serta relevan dengan kebutuhan umat.
Safari Dakwah dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini diharapkan menjadi momentum untuk semakin mengenal sosok Rasulullah SAW, memahami perjuangan beliau dalam membawa risalah Islam, serta meneladani kesabaran, keteguhan dan akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan, sekaligus memperkuat komitmen KUA Bunguran Barat untuk terus hadir dalam menjalankan fungsi pelayanan dan pembinaan keagamaan bagi masyarakat di wilayah kerjanya.