KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Pembinaan generasi muda di wilayah Bunguran Barat terus diperkuat melalui kegiatan keagamaan yang berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dalam kegiatan Didikan Subuh yang dilaksanakan Remaja Masjid Besar An-Nur pada Subuh Kamis (5/3) di Masjid Besar An Nur, dengan pembimbing dari KUA Bunguran Barat, Ustaz Harjono.
Kegiatan
ini merupakan bagian dari program pembinaan remaja tingkat kecamatan sekaligus
penguatan aktivitas keagamaan di sisa bulan Ramadhan. Materi yang diangkat
berfokus pada fikih bersuci, khususnya tata cara berwudhu dan pembagian air
dalam thaharah sebagai syarat sah pelaksanaan shalat.
Acara
diawali dengan shalat Subuh berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian
materi secara terarah dan interaktif. Dalam penjelasannya, Ustaz Harjono
menekankan bahwa pemahaman tentang bersuci adalah dasar utama dalam ibadah.
“Wudhu
bukan hanya sekadar membasuh anggota tubuh, tetapi proses penyucian diri
sebelum menghadap Allah. Karena itu, kita harus memahami jenis air yang
digunakan dan tata caranya sesuai tuntunan syariat,” jelasnya di hadapan para
peserta.
Dalam
materi tersebut dijelaskan bahwa air yang sah digunakan untuk berwudhu adalah
air suci lagi menyucikan (air mutlaq), seperti air sumur, air hujan, air
sungai, air laut, air embun, air es, dan air mata air. Pengetahuan ini penting
agar remaja mampu membedakan air yang memenuhi syarat untuk bersuci.
Para
peserta juga dibimbing memahami sunnah-sunnah sebelum berwudhu, di antaranya
membasuh kedua telapak tangan, berkumur-kumur, serta memasukkan air ke hidung
dan membersihkannya. Sementara itu, rukun wudhu meliputi niat saat membasuh
wajah, membasuh kedua tangan (dianjurkan dimulai dari kanan), mengusap kepala,
membasuh kedua kaki, dan melaksanakannya secara tertib.
Antusiasme
remaja terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Mereka
tidak hanya menyimak materi, tetapi juga mengajukan pertanyaan untuk
memperdalam pemahaman.
Melalui
Didikan Subuh ini, KUA Bunguran Barat kembali menegaskan perannya dalam
pembinaan umat, khususnya dalam membentuk generasi muda yang memiliki dasar
fikih yang kuat. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara
berkesinambungan guna melahirkan remaja yang cerdas secara spiritual, disiplin
dalam beribadah, dan mampu mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari.