KUA Bunguran Timur (Humas) --- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur terus memperkokoh peran strategisnya dalam pembinaan mental spiritual organisasi perempuan di Kabupaten Natuna. Pada Sabtu siang (4/4), Penyuluh Agama Islam KUA Bunguran Timur, Hj. Kholijah Manurung, hadir memberikan tausiyah utama dalam pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Natuna.
Kegiatan yang berlangsung pukul 13.30 hingga 15.30 WIB di Rumah Makan Sisi Basisir, Kelurahan Ranai Kota ini, dihadiri secara antusias oleh lebih dari 200 anggota DWP Pemerintah Kabupaten Natuna. Agenda ini diselenggarakan sebagai momentum Halal bi Halal untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota pasca-perayaan Idul Fitri.
Dalam ceramah reflektif bertema "Tertinggal atau Terpanggil Setelah Ramadan?", Kholijah Manurung mengajak para jamaah untuk mengevaluasi konsistensi ibadah mereka. Ia menekankan bahwa ujian sesungguhnya bagi seorang hamba bukan terletak pada kemeriahan Ramadan, melainkan pada kemantapan langkah di bulan-bulan berikutnya.
"Kita harus memilih: apakah kita akan menjadi golongan yang 'terpanggil' atau justru 'tertinggal'? Pribadi yang terpanggil adalah mereka yang mampu istiqomah; yang tetap menjaga salat berjamaah, tilawah Al-Quran, dan kedermawanannya meski Ramadan telah usai. Sebaliknya, mereka yang tertinggal adalah yang kembali lalai dan membiarkan perjuangan penuh di bulan suci menguap begitu saja tanpa bekas pada akhlaknya," papar Kholijah di hadapan ratusan jamaah.
Ia menambahkan bahwa peran ibu sebagai pilar keluarga sangat menentukan apakah nilai-nilai "terpanggil" ini bisa ditularkan kepada suami dan anak-anak guna menciptakan lingkungan rumah tangga yang religius.
Kehadiran Penyuluh KUA dalam forum besar DWP Kabupaten Natuna ini merupakan manifestasi nyata dari Layanan Bimbingan dan Penyuluhan Agama Islam yang bersifat sektoral. KUA Bunguran Timur berkomitmen bahwa pelayanan publik tidak hanya terbatas pada urusan administratif kantor, melainkan hadir sebagai mitra edukatif bagi organisasi perangkat daerah.
"Layanan bimbingan ini adalah instrumen KUA untuk memastikan nilai-nilai keagamaan menjadi fondasi dalam kehidupan berorganisasi dan berkeluarga. Kami hadir di tengah DWP untuk memastikan pesan-pesan moral menjangkau seluruh lapisan, sehingga tercipta sinergi yang harmonis antara peran domestik dan peran sosial anggota DWP di Kabupaten Natuna," pungkasnya.