Kemenag Natuna (HUMAS) --- Rumah makan Sisir Basisir menjadi saksi penyatuan dua budaya dalam pernikahan Mustaqim, pemuda asal Jambi, dan Trifana, dara asli Natuna, pada Minggu, 14 Juni 2026. Pernikahan beda tradisi ini sengaja mengusung tema lokal guna mengangkat dan mengenalkan kekayaan budaya Natuna ke permukaan.
Prosesi akad nikah dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur, Asnawi. Meski diselimuti ketegangan hingga ijab kabul sempat diulang dua kali, prosesi sakral tersebut akhirnya berjalan dengan lancar dan sah.
Kehadiran KUA Bunguran Timur dalam momen ini menegaskan peran penting institusi keagamaan yang tidak hanya tertib secara administrasi negara, tetapi juga mengayomi harmoni adat masyarakat.
Melalui tema yang diusung, keluarga besar mempelai pria dari Jambi diajak langsung menyelami kearifan lokal Melayu Natuna. Pernikahan ini menjadi bukti nyata bagaimana perbedaan daerah justru memperkaya khazanah tradisi dan mempererat dialog budaya di beranda utara Indonesia.