KUA Bunguran Utara (Humas) --- Mengawali malam Jumat dengan balutan spiritualitas, jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) bersama Pemerintah Kecamatan Bunguran Utara kembali menggelar kegiatan rutin Mari Semarakkan Masjid dan Surau (Masmansur). Kali ini, Masjid Darul Aman di Desa Belakang Gunung menjadi pusat titik kumpul pada Kamis malam (30/4/2026).

Kegiatan yang telah konsisten berjalan sejak tahun 2021 ini dihadiri oleh Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag beserta staf, Camat Bunguran Utara, jajaran Kepala Desa, Kepala Sekolah, Ketua BPD, serta seluruh staf KUA. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara pemerintah (umara) dengan masyarakat.

Membangun Sinergi Lewat Spiritual

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Yasin bersama dan dilanjutkan dengan tausiah agama. Di luar rutinitas ibadah, Masmansur merupakan instrumen penting dalam membangun kebersamaan.

"Tujuan utama kita adalah membangun kebersamaan dan memupuk sinergitas antara umara dengan jamaah. Masjid bukan sekadar tempat ibadah, tapi pusat koordinasi dan silaturahmi bagi kemajuan umat," ujar pihak Kemenag dalam sambutannya.

Wajah Baru Masmansur di Tahun 2026

Ada yang berbeda pada pelaksanaan Masmansur tahun ini. Program yang biasanya fokus pada kunjungan bulanan antar-masjid dan surau di Kecamatan Bunguran Utara, kini tampil dengan kemasan yang lebih integratif.

Tahun ini, Masmansur menjadi payung bagi tiga rintisan program unggulan lainnya:

1. Gergaji Wakjadin (Gerakan Mengaji Tilawah Sejak Dini): Menyiapkan generasi Qurani sejak usia belia.

2. Sebakul (Sedekah Beras Sekilo Sebulan): Gerakan sosial berbasis kearifan lokal untuk membantu sesama.

3. Bang Ramji (Bangga Menjadi Remaja Masjid): Upaya meregenerasi pengurus masjid dengan menggandeng generasi muda.

Harapan Masa Depan

Melalui penggabungan berbagai program strategis ini, pemerintah berharap masjid dan surau tidak lagi sepi. Inovasi program seperti Sebakul dan Bang Ramji diharapkan mampu menarik minat seluruh lapisan usia, mulai dari anak-anak hingga remaja, untuk kembali memakmurkan rumah ibadah.

Dengan konsistensi yang terjaga selama lima tahun terakhir, kegiatan Masmansur di Desa Belakang Gunung ini menegaskan bahwa kolaborasi antara birokrasi dan nilai-nilai religiusitas adalah kunci dalam menciptakan keharmonisan masyarakat di Bunguran Utara.