KUA Bunguran Timur (Humas) – Upaya konseptual dan terintegrasi dalam menekan angka tengkes (stunting) serta meningkatkan kualitas kesehatan keluarga di wilayah perbatasan terus diperkuat melalui kerja sama antar-instansi pemerintah. Pada Senin (06/07/2026) siang, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur hadir mengambil peran aktif dalam agenda Lokakarya Mini Lintas Sektoral yang diinisiasi oleh UPTD Puskesmas Ranai.
Kegiatan koordinasi dan evaluasi kesehatan
masyarakat tersebut berlangsung mulai pukul 09.30 sampai dengan 12.30 WIB.
Dalam kesempatan penting ini, Kepala KUA Bunguran Timur, Asnawi, mewakilkan
kehadiran institusinya kepada Penghulu Ahli Pertama KUA Bunguran Timur,
Rahmani, untuk duduk bersama unsur pimpinan kecamatan dan jajaran tenaga
kesehatan di ruang pertemuan setempat.
Dalam forum lintas sektoral tersebut, Rahmani
menjadi salah satu pembicara utama yang menyoroti pentingnya optimalisasi peran
hulu dalam membangun ketahanan keluarga. Ia menekankan langkah-langkah praktis
guna memperkuat nota kesepahaman (MoU) yang telah terjalin antara pihak
Puskesmas Ranai dan KUA Bunguran Timur. Penguatan ini difokuskan pada integrasi
berkala pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) mandiri, khususnya dalam
menyajikan intervensi materi edukasi kesehatan reproduksi secara komprehensif
bagi setiap calon pengantin (catin) sebelum hari H pernikahan.
Langkah konkret ini dinilai sebagai instrumen
mutlak untuk memotong rantai stunting di tingkat kecamatan, sekaligus
membekali para catin dengan pengetahuan medis dasar untuk mempersiapkan fase
kehamilan yang sehat, aman, dan terencana. Melalui kolaborasi ini, petugas
medis puskesmas dapat secara langsung memberikan skrining kesehatan di ruang
Bimwin KUA, sehingga setiap calon ibu memiliki kesiapan biologis yang matang
sebelum mengandung generasi penerus.
Secara terpisah, Kepala KUA Bunguran Timur,
Asnawi, menyatakan dukungan penuh atas rumusan praktis yang dihasilkan dalam
lokakarya mini lintas sektor tersebut.
"Intervensi stunting tidak bisa dilakukan
secara parsial atau sendiri-sendiri oleh satu lembaga. Kehadiran Saudara
Rahmani dalam lokakarya yang diadakan Puskesmas Ranai merupakan penegasan bahwa
KUA Bunguran Timur berkomitmen penuh mengawal kesehatan keluarga dari pintu
gerbang pernikahan. Dengan memperkuat MoU di bidang kesehatan reproduksi
dan kesiapan kehamilan pada kelas Bimwin, kita optimis dapat melahirkan
keluarga-keluarga baru di Natuna yang tidak hanya kokoh secara teologis, tetapi
juga sehat dan tangguh secara fisik," tegas Asnawi.
Pertemuan lintas sektoral tersebut berjalan
interaktif dengan menghasilkan beberapa poin kesepakatan teknis operasional lapangan,
dan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol soliditas kerja sama
antar-lembaga pelayan publik di wilayah Bunguran Timur.