KUA Bunguran
Barat (HUMAS) – Kantor
Urusan Agama (KUA) Bunguran Barat resmi menjalin kerja sama strategis dengan
SMA Negeri 1 Bunguran Barat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum
of Understanding/MoU) pada Jumat (8/5). Langkah ini diambil sebagai bentuk
komitmen nyata dalam penguatan pembinaan mental dan spiritual bagi generasi
muda di sekolah tersebut.
Kegiatan yang berlangsung khidmat di aula SMAN 1
Bunguran Barat ini dihadiri langsung oleh Kepala KUA Bunguran Barat beserta
jajaran staf, Kepala Sekolah SMAN 1 Bunguran Barat, majelis guru, serta
siswa-siswi sekolah SMAN 1 Bunguran Barat.
Penandatanganan MoU ini menjadi payung hukum sekaligus
bukti keseriusan kedua belah pihak dalam menjalankan program pembinaan remaja
secara terpadu. Fokus utama dari kerja sama ini adalah memberikan edukasi
berkelanjutan mengenai nilai-nilai keagamaan, etika, serta kesiapan mental bagi
para siswa dalam menghadapi tantangan zaman.
Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, menegaskan
bahwa institusi yang dipimpinnya memiliki tanggung jawab besar dalam membina
umat, termasuk kelompok remaja yang sedang dalam masa transisi menuju
kedewasaan. "Kerja sama ini bukan
sekadar seremonial di atas kertas, melainkan wujud kehadiran KUA di
tengah-tengah umat, khususnya generasi pelajar. Kami berkomitmen untuk
memberikan pembinaan yang intensif agar para siswa memiliki pondasi karakter
yang kuat dan pemahaman agama yang moderat," ujarnya dalam
sambutan.
Salah satu poin penting yang dihasilkan dalam
kesepakatan tersebut adalah keberlanjutan kegiatan Bimbingan Remaja Usia
Sekolah (BRUS). Program BRUS di SMAN 1 Bunguran Barat yang hari itu mulai
berjalan, kini dipastikan akan dilaksanakan secara rutin dan terjadwal sebagai
bagian dari agenda sekolah.
Melalui sinergi ini, diharapkan para siswa tidak hanya
unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kematangan spiritual dan sosial.
Pihak sekolah menyambut baik langkah KUA Bunguran Barat ini dan berharap
program-program kolaboratif lainnya dapat segera diimplementasikan demi
menciptakan lingkungan pendidikan yang religius dan berkarakter.