KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Barat terus mempertegas perannya dalam pembinaan umat, khususnya di kalangan generasi milenial. Setelah sebelumnya melakukan koordinasi dengan pihak madrasah, pada Rabu (22/4), personel KUA Bunguran Barat kembali melaksanakan kunjungan koordinasi ke tiga sekolah menengah di wilayah tersebut untuk membahas implementasi program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS).

 

Tiga sekolah yang menjadi sasaran utama program ini idalah SMA N 1 Bunguran Barat, SMK N 1 Bunguran Barat, dan SMP N 1 Bunguran Barat. Pertemuan ini terima langsung langsung oleh masing-masing Kepala Sekolah beserta jajaran personel KUA. Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan visi terkait penguatan karakter remaja, edukasi terkait keagamaan dan pendidikan cegah pernikahan dini.

 

Dalam pertemuan tersebut, dibahas mengenai urgensi program BRUS sebagai langkah preventif untuk menekan angka pernikahan dini dan memberikan pemahaman komprehensif mengenai kesiapan mental serta penguatan karakter remaja bagi siswa.

 

Ketiga Kepala Sekolah menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan dukungan penuh. Mereka sepakat bahwa pembinaan karakter dari sisi keagamaan dan sosial merupakan tanggung jawab bersama untuk mencetak generasi yang berkualitas.

 

Kegiatan BRUS rencananya akan segera dilaksanakan setelah proses administrasi selesai. Sebagai bentuk komitmen formal, KUA Bunguran Barat bersama ketiga sekolah tersebut akan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MOU) dalam waktu dekat.

 

Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, menegaskan bahwa kehadiran KUA di tengah lingkungan sekolah adalah bentuk nyata dari fungsi pembinaan umat yang menyasar akar rumput. "Kami memandang penting pembicaraan awal ini agar program BRUS tepat sasaran. KUA bukan hanya tempat urusan administratif nikah, tapi garda terdepan dalam membentengi moral remaja. Melalui sinergi ini, kami ingin mengupayakan siswa memiliki bekal ilmu dan kesiapan mental yang cukup sebelum melangkah ke fase kehidupan yang lebih dewasa," ujarnya.

 

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan para siswa di Kecamatan Bunguran Barat mampu memahami risiko pernikahan usia dini dan lebih fokus pada pengembangan potensi diri serta pendidikan. Sehingga nantinya akan terlahir pemimpin yang sudah memiliki jiwa dan mental yang matang.