KUA Bunguran Utara (Humas) --- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna, terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi masa depan yang unggul dari wilayah perbatasan Indonesia. Pada Selasa (02/06/2026), KUA Bunguran Utara menggelar bimbingan perkawinan intensif untuk dua pasang calon pengantin (catin).

Agenda ini bukan sekadar pemenuhan syarat administrasi pernikahan. Secara progresif, KUA Bunguran Utara bersinergi dengan instansi lintas sektor—mulai dari Puskesmas, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), hingga Tim Pendamping Keluarga (TPK)—untuk memberikan pembekalan yang menyeluruh.

Bimbingan ini dipimpin langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Bunguran Utara, Nur Azizah Binti Muhammad Yakub. Dalam sesinya, ia menekankan krusialnya kesiapan mental dan spiritual sebelum membangun rumah tangga, termasuk pemahaman konsep keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah, serta pentingnya komunikasi dan komitmen dua belah pihak.

"Pernikahan adalah ibadah panjang yang memerlukan kesiapan lahir dan batin, bukan sekadar penyatuan dua orang. Kementerian Agama bertugas memastikan para catin memiliki fondasi agama dan mental yang kuat untuk menghadapi dinamika rumah tangga," tutur Nur Azizah di sela-sela acara.

Keunggulan bimbingan kali ini terletak pada pendekatan holistik melalui kolaborasi antarlembaga. Setiap instansi memberikan pembekalan strategis sesuai keahlian masing-masing:

  • Puskesmas: Mengedukasi catin mengenai kesehatan reproduksi, pentingnya imunisasi Tetanus Toxoid (TT) bagi calon pengantin wanita, serta pemeriksaan kesehatan dasar pra-nikah.
  • PLKB (Petugas Lapangan KB): Memberikan materi perencanaan keluarga, seperti pengaturan jarak kelahiran dan pola pengasuhan anak yang ideal.
  • TPK (Tim Pendamping Keluarga): Fokus pada pencegahan stunting sejak dini. Catin diajarkan pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak masa kehamilan demi melahirkan anak yang sehat dan cerdas.

Meski hanya diikuti oleh dua pasang catin, kegiatan berlangsung khidmat dan interaktif. Jumlah peserta yang terbatas ini justru dimanfaatkan para pemateri untuk memberikan konseling yang lebih personal, mendalam, dan tepat sasaran.

Kolaborasi ini menjadi bukti nyata transformasi KUA saat ini. KUA tidak lagi sekadar mengurus legalitas pernikahan, melainkan ikut menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program strategis nasional, seperti penguatan ketahanan keluarga dan percepatan penurunan angka stunting di wilayah kepulauan dan perbatasan.

Melalui pembekalan yang matang ini, kedua pasang catin di Bunguran Utara diharapkan siap melangkah ke pelaminan dengan kesiapan total: kokoh agamanya, prima fisiknya, dan terencana masa depannya.