KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Membangun rumah tangga membutuhkan lebih dari sekadar kesiapan melangsungkan akad nikah. Calon pasangan suami istri juga perlu memiliki bekal pengetahuan, kesiapan mental, serta pemahaman tentang tanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga. Untuk memperkuat kesiapan tersebut, KUA Bunguran Barat menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) dengan metode klasikal dan mandiri bagi empat pasangan calon pengantin pada Senin–Selasa (2–3/11), bertempat di KUA Bunguran Barat.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan fasilitator dari KUA Bunguran Barat dengan melibatkan empat pasangan calon pengantin. Pelaksanaan Bimwin menggunakan dua pendekatan, yakni klasikal melalui pembelajaran bersama dan mandiri melalui pendampingan secara individual kepada masing-masing pasangan.
Melalui pendekatan klasikal, calon pengantin memperoleh pembekalan pengetahuan sebagai bekal membangun keluarga. Sementara itu, pendekatan mandiri memberikan ruang bagi setiap pasangan untuk mendapatkan pendampingan yang lebih personal sesuai kebutuhan dan kesiapan masing-masing dalam menghadapi kehidupan pernikahan.
Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, menyampaikan bahwa Bimbingan Perkawinan merupakan bagian penting dari upaya mempersiapkan calon pengantin agar tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga memiliki pemahaman yang baik mengenai kehidupan rumah tangga.
“Pernikahan bukan hanya tentang kesiapan melaksanakan akad, tetapi juga kesiapan menjalani kehidupan bersama setelahnya. Melalui Bimwin, kami ingin memastikan calon pengantin memiliki bekal pengetahuan, kematangan sikap, dan kesadaran terhadap hak serta kewajiban masing-masing sebagai suami dan istri,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa setiap pasangan memiliki karakter, latar belakang, dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, perpaduan metode klasikal dan mandiri menjadi pendekatan yang penting agar pembinaan tidak hanya memberikan pengetahuan secara umum, tetapi juga membuka ruang bagi calon pengantin untuk memahami persoalan yang mungkin dihadapi dalam kehidupan rumah tangga.
“Harapan kami, para calon pengantin tidak hanya mengikuti kegiatan ini sebagai formalitas sebelum menikah. Jadikan setiap materi sebagai bekal untuk membangun komunikasi, menyelesaikan perbedaan dengan bijaksana, saling menghargai, dan menjaga komitmen. Keluarga yang harmonis dibangun melalui proses dan tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Penyelenggaraan Bimwin ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi KUA dalam memberikan pelayanan dan bimbingan keluarga sakinah. Pembinaan sebelum pernikahan menjadi langkah preventif untuk meningkatkan pemahaman calon pengantin mengenai kehidupan berkeluarga sekaligus mendorong terbentuknya keluarga yang kokoh dan harmonis.
Melalui kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut, KUA Bunguran Barat berupaya menghadirkan pembinaan yang lebih dekat dengan kebutuhan calon pengantin. Perpaduan pembelajaran klasikal dan pendampingan mandiri diharapkan dapat memberikan bekal yang lebih menyeluruh bagi empat pasangan dalam memasuki kehidupan pernikahan.
Bagi KUA Bunguran Barat, mempersiapkan keluarga sakinah tidak dimulai setelah pasangan menghadapi persoalan rumah tangga, tetapi sejak sebelum akad dilangsungkan. Dengan pembekalan yang tepat, calon pengantin diharapkan mampu membangun kehidupan keluarga yang dilandasi pengetahuan, tanggung jawab, komunikasi, dan komitmen untuk saling menjaga menuju keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.