KUA Bunguran Timur (Humas) – Hubungan lintas sektoral guna mendukung pembinaan moral dan hukum di wilayah perbatasan terus diperkuat. Pada Rabu (08/07/2026) pagi, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur menggelar rapat koordinasi strategis bersama jajaran Satuan Binmas (Bimbingan Masyarakat) Kepolisian Resor (Polres) Natuna. Pertemuan ini difokuskan pada pemantapan program Da'i Kamtibmas, khususnya dalam hal pembinaan mental spiritual bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

C:\Users\ACER\Downloads\numpang\dai kamtibmas.jpg

Kegiatan koordinasi ini berlangsung mulai pukul 09.00 sampai dengan 10.00 WIB, berjalan beriringan dengan agenda dinas internal KUA. Pertemuan penting ini dihadiri langsung oleh Kepala KUA Bunguran Timur, Asnawi, P.S KASATBINMAS Polres Natuna, L. Augus Salim Marpaung beserta 3 orang anggota, jajaran Penyuluh Agama Islam KUA Bunguran Timur, serta perwakilan Da'i Kamtibmas kecamatan. 

Agenda utama dalam pertemuan tatap muka ini adalah merumuskan dan menyusun secara berkala jadwal penyuluhan keagamaan yang akan dijalankan oleh Da'i Kamtibmas. Hasil koordinasi menyepakati pemetaan jadwal pembinaan rohani di dalam Lapas secara intensif yang terhitung mulai dari bulan Juli hingga Desember 2026 mendatang. Langkah kolaboratif ini dinilai sangat krusial agar pembekalan keagamaan bagi warga binaan dapat berjalan secara terstruktur, konsisten, dan menyentuh aspek kesadaran hukum serta perbaikan akhlak.

Kepala KUA Bunguran Timur, Asnawi, menyampaikan bahwa kehadiran Da'i Kamtibmas di tengah warga lapas merupakan instrumen dakwah yang sangat strategis dalam memulihkan kondisi psikologis dan spiritual para warga binaan.

"Sinergi antara KUA Bunguran Timur dengan Binmas Polres Natuna ini adalah komitmen nyata negara dalam memberikan hak pembinaan keagamaan yang layak bagi warga binaan di Lapas. Melalui penyusunan jadwal yang matang hingga akhir tahun 2026 ini, kami ingin memastikan bahwa materi dakwah yang disampaikan kelak benar-benar menyentuh aspek pemulihan mental, moderasi beragama, serta kesadaran kamtibmas. Kita berharap, setelah menyelesaikan masa pembinaan, mereka dapat kembali ke tengah masyarakat Natuna sebagai pribadi yang religius dan taat hukum," urai Asnawi.

Rapat koordinasi tersebut berjalan dengan sangat produktif dan diakhiri dengan kesepakatan bersama draf jadwal penyuluhan, sebagai bentuk penguatan sinergisitas antara Kementerian Agama dan Kepolisian RI di tingkat wilayah.