KUA Pulau Tiga (HUMAS) --- Upaya memperkuat ekoteologi maritim di Kabupaten Natuna terus mendapat perhatian berbagai pihak. Pada Sabtu (10/10/2026), Kantor Urusan Agama (KUA) Pulau Tiga mendapat kunjungan dari Komunitas Peduli Maritim Natuna bersama tiga perwakilan Kedutaan Australia, yakni Ryan Cunningham, Lulu Wardhani, dan Sarah Wilson.
Kunjungan tersebut disambut oleh Kepala KUA Pulau Tiga, Rahmani. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam pelestarian lingkungan laut melalui pendekatan keagamaan, pemberdayaan masyarakat, dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala KUA Pulau Tiga, Rahmani, menyampaikan komitmennya untuk mendukung gerakan pelestarian lingkungan melalui pendekatan ekoteologi maritim yang telah digagas oleh salah seorang penghulu di KUA Pulau Tiga yaitu Ishak, yang juga bergabung dalam Komunitas Peduli Maritim Natuna yang merupakan binaan Jamescook University Australia dan Universitas Maritim Raja Ali Haji.
“Kami bergerak dengan pendekatan ekoteologi maritim yang digagas oleh penghulu kami, yaitu Ishak, yang kebetulan juga bergabung dalam Komunitas Peduli Maritim Natuna. Tentunya, apa yang bisa kami lakukan, dengan senang hati kami siap ikut berperan,” ungkap Rahmani.
Pernyataan tersebut menegaskan dukungan KUA Pulau Tiga terhadap upaya mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan gerakan pelestarian lingkungan laut. Melalui pendekatan ini, lembaga keagamaan diharapkan tidak hanya berperan dalam pelayanan keagamaan, tetapi juga berkontribusi dalam membangun kesadaran ekologis masyarakat.
Ekoteologi maritim merupakan pendekatan yang mengintegrasikan ajaran agama dengan kepedulian terhadap kelestarian ekosistem laut. Pendekatan ini menempatkan upaya menjaga laut bukan sekadar sebagai tanggung jawab lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari amanah spiritual manusia dalam memelihara bumi.
Penguatan ekoteologi maritim menjadi semakin relevan di tengah berbagai tantangan lingkungan di wilayah kepulauan, khususnya degradasi dan kerusakan terumbu karang serta perlunya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hubungan antara ajaran agama dan pelestarian lingkungan.
Kunjungan Komunitas Peduli Maritim Natuna bersama perwakilan Kedutaan Australia juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi dan membuka ruang pertukaran gagasan mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem laut.
Bagi KUA Pulau Tiga, ekoteologi maritim merupakan peluang untuk memperluas kontribusi lembaga keagamaan dalam menjawab persoalan lingkungan. Melalui edukasi, keteladanan, dan penguatan nilai-nilai agama, KUA dapat turut mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia kepada Allah SWT dan sesama makhluk.