KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Semangat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah terus menggema di berbagai wilayah Kecamatan Bunguran Barat. Salah satunya melalui kegiatan peringatan Tahun Baru Islam yang diselenggarakan di Masjid Al-Jam'an pada Kamis (18/6), yang berlangsung khidmat dan diikuti antusias oleh masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Bunguran Barat beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) Bunguran Barat, Ketua Masjid Al-Jam'an beserta jajaran pengurus, tokoh masyarakat, serta jamaah yang memenuhi area masjid.
Peringatan Tahun Baru Islam kali ini menghadirkan Ustaz Said Sukrillah sebagai penceramah. Dalam tausiahnya, ia mengulas perjalanan hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah sebagai salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang mengandung banyak pelajaran bagi umat Muslim.
Menurutnya, hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW dan para sahabat, tetapi juga dapat diwujudkan dalam bentuk perubahan sikap dan perilaku menuju kehidupan yang lebih baik sesuai tuntunan agama.
“Hijrah di masa sekarang dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memperbaiki kualitas salat, menjaga aurat dengan lebih baik, meninggalkan kebiasaan yang kurang bermanfaat, serta meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT. Inilah bentuk hijrah yang relevan untuk kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya di hadapan jamaah.
Pesan tersebut mendapat perhatian serius dari jamaah yang mengikuti tausiah dengan penuh khidmat. Melalui penjelasan yang disampaikan, masyarakat diajak untuk menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana evaluasi diri sekaligus titik awal untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
Perwakilan KUA Bunguran Barat yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya peringatan Tahun Baru Islam yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini memiliki peran penting dalam memperkuat pemahaman agama sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Momentum Muharram juga menjadi kesempatan untuk menanamkan kembali nilai-nilai hijrah kepada generasi muda agar senantiasa menjadikan agama sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Melalui kegiatan pembinaan keagamaan yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhidmatan hingga selesai. Semangat kebersamaan yang terbangun dalam peringatan Tahun Baru Islam tersebut menjadi cerminan kuatnya syiar Islam serta kepedulian masyarakat Bunguran Barat dalam menjaga tradisi keagamaan yang positif.