KUA Bunguran Timur (Humas) --- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur terus berkomitmen untuk memperkuat pemahaman fikih ibadah praktis masyarakat melalui bimbingan keagamaan yang rutin dan berkelanjutan. Pada Jumat (17/07/2026) siang mulai pukul 13.30 sampai dengan 15.30 WIB, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Bunguran Timur, Melisya, kembali hadir memenuhi undangan untuk memimpin Pengajian Rutin bersama jemaah Majelis Taklim An-Nur.
Dalam pertemuan bimbingan keagamaan kali ini, Melisya menyajikan materi kajian yang sangat krusial bagi kehidupan ibadah harian jemaah, yaitu membedah secara mendalam tentang "Fikih Salat dan Zikir Setelah Salat". Pemilihan materi ini bertujuan untuk menyempurnakan kualitas ibadah salat jemaah agar senantiasa sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Dalam pemaparan materinya, Melisya mengulas secara terperinci mengenai syarat sah, rukun-rukun salat, hal-hal yang membatalkan salat, hingga kesempurnaan gerakan dan tumakninah di dalam salat. Tidak hanya itu, ia juga menekankan keutamaan serta amalan-amalan zikir dan doa yang dianjurkan untuk dilantunkan sesudah salat (ba'da salat). Melalui bimbingan ini, jemaah diajak untuk tidak terburu-buru beranjak seusai rukun salat selesai, melainkan memanfaatkan waktu sesudahnya untuk berzikir guna menenangkan jiwa dan mengetuk pintu rida Allah SWT.
Secara terpisah, Kepala KUA Bunguran Timur, Asnawi, memberikan apresiasi atas konsistensi pelayanan bimbingan yang diberikan oleh jajaran penyuluhnya di lapangan.
"Salat adalah tiang agama dan amalan pertama yang akan dihisab kelak. Pembahasan mengenai fikih salat serta keutamaan zikir sesudahnya yang disampaikan oleh Saudari Melisya merupakan edukasi yang sangat penting bagi jemaah Majelis Taklim An-Nur. KUA Bunguran Timur akan senantiasa mendukung kegiatan bimbingan seperti ini agar pemahaman fikih ibadah di tengah masyarakat semakin mantap dan membawa keberkahan bagi kehidupan sehari-hari," tutur Asnawi.
Pengajian rutin yang berlangsung interaktif tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab seputar problematika ibadah harian, serta ditutup dengan doa bersama untuk kebaikan jemaah dan lingkungan sekitar.