KUA Bunguran Timur (Humas) – Majelis Taklim Cinta Sholawat Natuna (MTCSN) di bawah binaan Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Kecamatan Bunguran Timur, Ustadzah Hj. Kholijah Manurung, kembali menggelar pengajian rutin pada Rabu (19/08/2026) siang mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai. Pertemuan berkala yang dipusatkan di kediaman Ustadzah Hj. Kholijah Manurung tersebut berlangsung dengan khidmat dan dihadiri jemaah kaum ibu yang kompak mengenakan busana serba hitam.
Fokus utama kegiatan kali ini diisi dengan rangkaian zikir penenteram jiwa dan munajat doa bersama yang dipimpin langsung oleh Kholijah Manurung. Seluruh jemaah secara khusyuk melantunkan pembacaan Surat Yasin yang secara khusus dihadiahkan dan diniatkan doanya bagi kesembuhan serta kebaikan adik dari Ustadzah Hj. Kholijah Manurung dan adik dari Ibu Aisyah. Kekhidmatan semakin memuncak saat majelis menggemakan Pembacaan Sejuta Shalawat Maulid Nabi yang dirangkaikan dengan prosesi mahallul qiyam, di mana seluruh jemaah berdiri melantunkan salam penghormatan dan kerinduan kepada baginda Nabi Muhammad SAW dengan penuh haru dan syahdu.
Seusai pembacaan zikir, doa, dan mahallul qiyam, acara dilanjutkan dengan pembahasan teknis persiapan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H guna mematangkan agenda syiar yang akan datang. Tradisi kebersamaan antarjemaah turut mewarnai pertemuan melalui hidangan kue yang dibawa secara swadaya untuk dinikmati bersama.
Secara terpisah, Kepala KUA Bunguran Timur, Asnawi, memberikan apresiasi atas kesinambungan majelis doa dan zikir tersebut.
"Kami sangat mengapresiasi keistiqamahan jemaah MTCSN bersama Penyuluh Agama Islam kami, Ustadzah Hj. Kholijah Manurung. Majelis yang senantiasa dihidupkan dengan lantunan Surat Yasin, zikir, serta syahdunya lantunan shalawat dan mahallul qiyam ini merupakan sarana luar biasa untuk saling mendoakan sesama, mempererat ukhuwah islamiyah, serta mendatangkan rahmat dan keberkahan bagi wilayah Bunguran Timur," puji Asnawi.
Agenda pengajian rutin tersebut ditutup dengan pembacaan doa keselamatan bersama untuk kesembuhan keluarga yang sedang diuji sakit, keharmonisan rumah tangga para jemaah, dan ketenteraman masyarakat Natuna.