KUA Bunguran Barat (HUMAS) — Pengajian keagamaan di Masjid Al-Ba’diyah, Air Batu, Kelurahan Sedanau, menjadi momentum untuk mendorong jamaah semakin memperkuat keimanan, istiqamah melaksanakan shalat berjamaah, dan menghidupkan masjid dengan kegiatan ibadah. Upaya pembinaan tersebut diperkuat melalui kehadiran KUA Bunguran Barat dalam pengajian yang digelar ba’da Magrib menjelang Isya, Jumat (4/9).
Kegiatan yang menghadirkan Ustaz Harjono, staf KUA Bunguran Barat, sebagai pengisi materi tersebut mengangkat tema “Ciri-Ciri Orang Beriman dengan Memakmurkan Masjid dengan Shalat Berjamaah.” Jamaah diajak memahami bahwa keimanan tidak hanya tercermin dalam keyakinan, tetapi juga diwujudkan melalui konsistensi beribadah dan kepedulian dalam memakmurkan masjid.
Dalam penyampaiannya, Harjono menekankan pentingnya menjadikan masjid sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kebiasaan hadir ke masjid dan melaksanakan shalat berjamaah dapat menjadi salah satu bentuk nyata dalam menjaga dan meningkatkan keimanan.
“Mari kita meneladani akhlak para Nabi dengan memperkuat iman, memakmurkan masjid, dan istiqomah dalam shalat berjamaah,” ujar Harjono.
Ia menjelaskan, memakmurkan masjid bukan semata-mata menjaga kebersihan atau kondisi fisik bangunan, tetapi juga menghidupkannya dengan shalat berjamaah, pengajian, pembelajaran keagamaan, dan aktivitas positif yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, jamaah diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman keagamaan, tetapi juga terdorong menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Shalat berjamaah diharapkan semakin membudaya, sementara masjid dapat terus berfungsi sebagai pusat ibadah, silaturahmi, dan pembinaan umat.
Keterlibatan KUA Bunguran Barat dalam pengajian ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembinaan keagamaan secara langsung di tengah masyarakat. KUA tidak hanya menjalankan pelayanan administrasi keagamaan, tetapi juga berperan dalam memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama melalui kegiatan pembinaan umat di berbagai lingkungan, termasuk rumah ibadah.
KUA Bunguran Barat terus mendorong sinergi bersama pengurus masjid dan masyarakat agar kegiatan pembinaan keagamaan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Kehadiran penyuluh maupun pegawai KUA dalam kegiatan keagamaan menjadi salah satu bentuk pelayanan yang mendekatkan KUA dengan kebutuhan spiritual masyarakat.
Dengan pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan, kegiatan pengajian diharapkan memberi dampak nyata terhadap kehidupan keagamaan masyarakat, terutama dalam meningkatkan semangat beribadah, memperkuat ukhuwah, serta menjadikan masjid semakin hidup dan bermanfaat bagi umat.