KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Kesehatan mental perempuan menjadi topik utama dalam kegiatan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Bunguran Barat yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Kecamatan pada Senin (11/5). Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Bunguran Barat, Hariswati Rachmadani Putri, hadir sebagai pemateri dengan membawakan tema “Merawat Diri Tanpa Merasa Bersalah.”

 

Pertemuan itu diikuti oleh Ketua DWP Kecamatan Bunguran Barat bersama seluruh pengurus dan anggota. Pada kesempatan tersebut, Putri menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga ketahanan mental perempuan di tengah tuntutan peran dan tanggung jawab yang semakin kompleks.

 

Sebagai penyuluh yang aktif membahas isu keharmonisan keluarga dan kesehatan mental dalam pembinaan masyarakat, ia menilai banyak perempuan saat ini terbiasa memendam kelelahan emosional demi tetap terlihat kuat di hadapan orang lain.

 

Dalam pemaparannya, ia mengungkapkan bahwa perempuan sering kali menjalani banyak peran sekaligus, mulai dari sebagai istri, ibu, hingga perempuan pekerja. Namun di balik kesibukan tersebut, tidak sedikit yang melupakan kebutuhan emosional dirinya sendiri. “Perempuan sering diajarkan untuk selalu kuat, padahal perempuan juga punya hak untuk merasa lelah,” ujarnya di hadapan peserta.

 

Materi disampaikan dengan pendekatan yang hangat dan menyentuh. Peserta diajak mengikuti sesi relaksasi sederhana melalui latihan pernapasan dan refleksi diri untuk membantu melepas kepenatan dari aktivitas sehari-hari.

 

Selain itu, Putri juga menegaskan bahwa self care atau merawat diri bukanlah bentuk sikap egois, melainkan bagian dari upaya menjaga diri sebagai amanah dari Allah SWT. “Kadang perempuan terlalu sibuk menjaga dan membahagiakan semua orang, sampai lupa menanyakan kabar dirinya sendiri,” tuturnya.

 

Dalam sesi tersebut, ia turut mengaitkan pentingnya kesehatan mental dengan nilai-nilai Islam melalui hadis Rasulullah SAW tentang hak tubuh terhadap diri manusia. Menurutnya, kondisi mental yang sehat menjadi salah satu pondasi penting dalam membangun keluarga yang harmonis dan penuh ketenteraman.

 

Kegiatan berlangsung dalam suasana santai namun penuh makna. Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi berlangsung, terutama saat membahas tantangan perempuan dalam menjaga identitas diri di tengah kehidupan rumah tangga dan pekerjaan.

 

Melalui kegiatan ini, KUA Bunguran Barat terus menunjukkan perannya dalam pembinaan umat yang lebih luas, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam penguatan mental dan ketahanan keluarga di lingkungan masyarakat.