KUA Bunguran Barat (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Bunguran Barat terus memperkuat pembinaan umat melalui keterlibatan dalam rangkaian Safari Dakwah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Kegiatan kali ini berlangsung di Surau As-Salam, Kelurahan Sedanau, Minggu (30/8).
Safari Dakwah tersebut dihadiri pemimpin lintas sektoral Kecamatan Bunguran Barat, staf KUA Bunguran Barat serta jamaah Surau As-Salam. Kegiatan menghadirkan Ketua PHBI Kecamatan Bunguran Barat, Ustaz Sukron Katsiron, sebagai pengisi ceramah keagamaan.
Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum pembinaan bagi masyarakat untuk kembali mengenal perjalanan hidup Rasulullah SAW sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada sosok manusia mulia yang menjadi teladan umat Islam hingga akhir zaman.
Dalam ceramahnya, Sukron Katsiron menyampaikan sekilas perjalanan Rasulullah SAW yang lahir di Makkah dari keluarga yang mulia dan tumbuh sebagai sosok yang dikenal masyarakat karena kejujuran serta amanahnya. Keteladanan tersebut kemudian menjadi bagian penting dari risalah Islam yang dibawa Rasulullah SAW untuk membimbing umat manusia.
"Mencintai Rasulullah SAW bukan hanya dengan memperingati hari kelahirannya, tetapi bagaimana kita mengenal perjalanan hidup beliau dan kemudian menjadikan beliau sebagai teladan. Rasulullah sejak sebelum diangkat menjadi nabi sudah dikenal sebagai pribadi yang jujur dan amanah. Maka kecintaan kepada Rasulullah harus kita buktikan dengan mengikuti akhlak dan tuntunan beliau dalam kehidupan kita,” ujar Sukron.
Dalam materi tersebut, jamaah juga diajak memahami tantangan kehidupan di tengah perkembangan budaya dan teknologi. Sukron menyoroti fenomena 3F, yakni Fashion, Food, dan Fun, sebagai bagian dari dinamika budaya populer yang dapat menjadi ruang masuk berbagai nilai dan gaya hidup dari luar.
“Fashion, food dan fun pada dasarnya adalah bagian dari kehidupan. Tetapi kita harus bijak menyikapinya. Jangan sampai karena mengikuti tren dalam berpakaian, makanan atau hiburan, kita kemudian kehilangan jati diri dan nilai-nilai agama. Jadikan Islam sebagai filter, sehingga kita mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas sebagai seorang muslim,” jelasnya.
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus menjadi salah satu landasan bagi umat dalam menghadapi perubahan zaman. Nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah seperti kejujuran, kesederhanaan, tanggung jawab, kasih sayang dan menjaga kehormatan diri tetap relevan diterapkan dalam kehidupan modern.
Keterlibatan KUA Bunguran Barat dalam Safari Dakwah ini menjadi bagian dari komitmen pembinaan umat yang dilakukan secara langsung di tengah masyarakat. Melalui sinergi bersama PHBI, pengurus rumah ibadah, tokoh agama dan unsur lintas sektoral, KUA berupaya memperluas jangkauan pembinaan keagamaan hingga ke lingkungan masyarakat.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antara KUA dengan masyarakat sekaligus menyampaikan nilai-nilai keagamaan yang relevan dengan tantangan kehidupan saat ini.
Melalui rangkaian Safari Dakwah Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, KUA Bunguran Barat mendorong masyarakat untuk menjadikan momentum Maulid bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebagai kesempatan memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW dan mengamalkan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi bagian dari upaya KUA Bunguran Barat untuk terus hadir memberikan pembinaan keagamaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.