KUA Bunguran Barat (HUMAS) --- Mengenal perjalanan Rasulullah SAW tidak hanya dilakukan dengan mengetahui sejarah dakwahnya, tetapi juga dengan memahami nasab beliau sebagai bagian dari sejarah kehidupan manusia pilihan Allah SWT. Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Adz-Dzikra, Kelurahan Sedanau, Selasa (25/8).

Peringatan Maulid menghadirkan Kepala KUA Bunguran Barat, Ustaz H. Dela Pulda, sebagai pengisi materi ceramah keagamaan. Kegiatan turut dihadiri staf KUA Bunguran Barat, unsur pimpinan lintas sektoral, serta jamaah Masjid Adz-Dzikra.

Dalam ceramahnya, Dela Pulda mengajak jamaah mengenal nasab Nabi Muhammad SAW sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan dan penghormatan kepada Rasulullah. Menurutnya, mengetahui nasab Rasulullah juga dapat menjadi pengingat bagi umat untuk memahami pentingnya identitas keluarga dan asal-usul diri.

β€œMengenal Rasulullah bukan hanya mengenal perjuangan dan dakwah beliau, tetapi juga mengetahui siapa beliau dan dari keluarga mana beliau berasal. Nasab Rasulullah adalah bagian dari sejarah yang penting kita ketahui karena dari sanalah kita semakin mengenal sosok yang kita cintai dan kita teladani,” ujar Dela Pulda.

Ia juga mengajak jamaah untuk tidak mengabaikan nasab atau asal-usul keluarga masing-masing. Pengetahuan tentang keluarga dinilai dapat membantu seseorang memahami identitas dirinya sekaligus menjaga hubungan silaturahmi antargenerasi.

β€œKalau kita diajarkan untuk mengenal nasab Rasulullah, maka kita juga perlu belajar mengenal nasab kita sendiri. Kenali siapa orang tua kita, siapa kakek dan nenek kita, dari mana keluarga kita berasal. Jangan sampai generasi hari ini tidak lagi mengenal keluarganya sendiri karena informasi tentang nasab itu terputus,” lanjutnya.

Menurutnya, mengenal asal-usul keluarga bukan untuk membanggakan keturunan, tetapi sebagai bagian dari menjaga hubungan kekeluargaan, menghargai orang tua dan leluhur, serta memastikan silaturahmi antarkeluarga tetap terpelihara.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut menjadi momentum bagi jamaah untuk kembali mengenal sosok Rasulullah sekaligus melakukan refleksi terhadap identitas keluarga masing-masing.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Melalui pembinaan keagamaan tersebut, KUA Bunguran Barat terus mendorong masyarakat untuk menjadikan momentum keagamaan sebagai ruang belajar, memperkuat pemahaman Islam, serta menanamkan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.