KUA Bunguran Timur (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur sukses membuktikan konsistensinya dalam menyukseskan program Ekoteologi yang digaungkan oleh Menteri Agama RI. Gerakan ramah lingkungan yang telah diinisiasi sejak awal tahun 2026 ini kini mulai menunjukkan hasil nyata. Pada awal Juli 2026, pekarangan kantor KUA yang telah disulap menjadi kebun mini tersebut tampak semakin asri seiring dengan mulai berbunganya deretan tanaman cabai produktif.

​Inovasi perkebunan mandiri ini lahir sebagai jawaban atas keterbatasan lahan yang dimiliki oleh kantor KUA Bunguran Timur. Tanpa kehilangan akal, jajaran aparatur KUA memanfaatkan pekarangan yang sempit secara kreatif dengan menanam cabai di dalam pot-pot yang dibuat dari galon air dan karung beras bekas, serta mengkombinasikannya dengan penanaman pohon pepaya. Langkah ini menjadi contoh konkret dari konsep ekoteologi, yang memadukan ajaran agama dengan aksi nyata (dakwah bil hal) dalam menjaga kelestarian alam melalui pengelolaan limbah plastik (recycling).

​Kepala KUA Bunguran Timur, Asnawi, menyampaikan rasa syukurnya atas perkembangan kebun pot kantor yang kini sudah memasuki fase berbunga. Menurutnya, merawat tanaman ini merupakan bagian dari implementasi tugas manusia sebagai khalifah fil ard yang berkewajiban memakmurkan bumi.

​"Kami sudah memulai gerakan ini sejak awal tahun 2026, dan Alhamdulillah saat ini tanaman cabai di dalam pot galon bekas sudah mulai berbunga. Keterbatasan lahan di KUA terbukti bukan menjadi penghalang. Melalui progres nyata ini, kami ingin mengirimkan pesan edukasi kepada masyarakat dan para jemaah yang datang berkunjung bahwa peduli pada lingkungan dan ketahanan pangan bisa dimulai dari ruang yang sangat terbatas sekalipun," ujar Asnawi di area pekarangan kantor KUA.

​Keberadaan kebun pot galon bekas yang mulai berbunga ini memberikan nilai manfaat ganda bagi masyarakat sekitar dan jemaah yang berurusan ke kantor KUA. Selain memberikan kesejukan visual dan memperindah estetika lingkungan kantor, kebun ini menjadi sarana edukasi interaktif bagi warga Natuna mengenai kemudahan budidaya tanaman pangan skala rumah tangga yang murah dan ramah lingkungan.

​Melalui rilis berita yang memenuhi unsur keterbukaan informasi dan edukasi ekologis ini, KUA Bunguran Timur berharap gerakan berbasis ekoteologi ini dapat menjadi pemantik bagi majelis taklim, pengurus masjid, hingga keluarga di lingkungan rumah masing-masing untuk ikut serta menanam demi keberkahan hidup dan kelestarian bumi.